Langkah ini dilakukan untuk memudahkan masyarakat dalam menyalurkan sedekah melalui sistem berbasis barcode atau QRIS.
Kepala Bankaltimtara KC Penajam, Agus Setiawan, mengatakan bahwa pihaknya tengah melakukan sosialisasi kepada pengurus rumah ibadah terkait penggunaan sistem pembayaran digital tersebut.
“Di masjid juga mulai kami gencarkan digital, dalam artian ke depan sedekah tidak hanya menggunakan uang tunai, tetapi juga bisa memakai barcode,” ujarnya, Minggu (1/3/2026).
Program ini direncanakan akan diterapkan dengan memasang fasilitas QRIS di masjid dan musala yang bersedia. Melalui sistem tersebut, jamaah dapat melakukan donasi secara praktis menggunakan ponsel.
“Rencananya masjid dan mushola akan kami pasangkan QRIS. Namun jika pihak masjid ingin berbasis syariah, kami juga akan sediakan fasilitasnya,” jelas Agus.
Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari upaya mendukung transformasi digital di sektor keuangan sekaligus meningkatkan transparansi pengelolaan dana keagamaan. Sosialisasi dilakukan secara bertahap, termasuk melalui kegiatan rutin yang melibatkan masyarakat.
“Kami sosialisasikan program ini setiap momen Jumat Berkah. Biasanya setiap Jumat kami memberikan sumbangan ke masjid sekaligus menyampaikan edukasi terkait penggunaan QRIS,” katanya.
Program digitalisasi sedekah ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin terbiasa dengan transaksi non-tunai, sekaligus mempermudah pengelolaan keuangan masjid secara lebih modern dan akuntabel.
Editor: Erwin