Di kapal itu, bayi perempuan dilahirkan melalui operasi caesar di ruang bedah kapal saat kegiatan pelayanan medis berlangsung pada 15 sampai 19 Februari lalu.
Itu sekaligus menjadi kelahiran pertama di atas kapal tersebut dalam misi kemanusiaan di Kalimantan.
Ibu bayi adalah Aliyah, berusia 18 tahun dengan usia kehamilan 37–38 minggu.
Tindakan dilakukan tim medis dari Yayasan Dokter Peduli (doctorSHARE) yang bertugas dalam program layanan kesehatan pesisir.
dr. Monic Gloria menjelaskan, tim medis memutuskan operasi setelah pasien didiagnosis mengalami hipertensi gestasional dan ditemukan abnormalitas pada hasil Cardiotocography (CTG). Keputusan cepat diambil untuk mencegah risiko lebih lanjut bagi ibu dan janin.
“Keselamatan ibu dan bayi adalah prioritas utama. Dengan kondisi medis yang ada, tindakan operasi menjadi langkah paling aman,” ujar Monic Gloria kepada Korankaltim.com Sabtu (21/2/2026).
Operasi dilakukan di ruang bedah kapal yang dilengkapi fasilitas lengkap, mulai dari ruang operasi, ruang pemulihan hingga laboratorium penunjang. Proses berjalan lancar, bayi lahir dalam kondisi stabil dan langsung mendapat penanganan neonatal. Ibu bayi pun berada dalam pemantauan intensif hingga dinyatakan stabil.
Menurut Monic, kehadiran rumah sakit kapal menjadi solusi atas keterbatasan akses layanan rujukan komprehensif di wilayah pesisir.
“Meski relatif dekat dari kota, masyarakat pesisir masih menghadapi hambatan akses layanan kesehatan spesialistik. Kapal ini menjembatani kebutuhan tersebut,” paparnya.
Misi pelayanan ini merupakan kolaborasi doctorSHARE dengan perusahaan yang berfokus pada bidang kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Kelahiran di atas laut ini bukan sekadar peristiwa medis, melainkan simbol hadirnya harapan baru layanan kesehatan bermutu dapat menjangkau hingga tepian negeri.
Editor : Aspian Nur