Kegiatan ini menjadi forum penting dalam memperkuat peran lembaga adat Paser di tengah dinamika pembangunan daerah.
“Saya berterima kasih dan mengapresiasi jajaran LPAP. Keberadaan LPAP bukan sekadar organisasi kemasyarakatan, tetapi penjaga identitas, marwah, dan jati diri budaya Paser di tengah perkembangan zaman yang begitu cepat,” kata Waris.
Musda II LPAP memiliki makna strategis, tidak hanya sebagai forum evaluasi dan pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya, tetapi juga sebagai wadah merumuskan program kerja, memperkuat konsolidasi organisasi, serta menentukan kepemimpinan yang mampu membawa LPAP semakin solid, berwibawa, dan berdaya guna.
Waris berharap proses pemilihan ketua dalam rapat pleno berlangsung tertib, transparan serta tetap menjunjung tinggi nilai adat Paser. Siapa pun yang terpilih diharapkan mampu mengemban amanah dengan tanggung jawab, berkomitmen pada pelestarian adat dan budaya, serta menjadi teladan dalam menjaga persatuan masyarakat.
“Sinergi antara pemerintah dan lembaga adat adalah kunci menciptakan stabilitas sosial, memperkuat kohesi masyarakat, serta mendukung pembangunan daerah yang berpihak pada kearifan lokal dan nilai budaya. Ini penting untuk mewujudkan PPU yang aman, damai, dan berdaya saing,” tutupnya.
Editor : Aspian Nur