Kepala Disdikpora PPU Andi Singkerru menjelaskan, dari total 9 SPPG yang aktif, 8 SPPG telah lebih dahulu beroperasi dengan jumlah penerima 10.438 pelajar, sementara 1 SPPG baru saja mulai beroperasi pada Kamis (29/1/2026) dengan sasaran 1.132 pelajar.
“Saat ini SPPG di PPU yang beroperasi ada 9. Delapan SPPG penerima 10.438 siswa dan satu SPPG baru saja beroperasi dengan jumlah pelajar 1.132 orang," ujar Andi Singkerru Senin (9/2/2026).
PPU menargetkan pembangunan 20 SPPG namun hingga saat ini baru 9 SPPG yang beroperasi. Pemerintah daerah akan terus mendorong optimalisasi layanan seiring pelaksanaan MBG. “Rencana SPPG kita ada 20, namun yang baru beroperasi saat ini 9 SPPG,” jelasnya.
Aspek keamanan pangan dan kandungan gizi menjadi perhatian utama agar program MBG benar-benar memberikan manfaat bagi kesehatan siswa dan tidak menimbulkan risiko. “Harapan kami pelaksanaan MBG ini berjalan dengan bagus, tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya siswa keracunan. Kami harapkan makanan yang diberikan betul-betul steril dan gizinya bagus," tegasnya.
Pemberian makanan bergizi diharapkan mampu meningkatkan imunitas sehingga pelajar dapat belajar dalam kondisi sehat. Disdikpora PPU memastikan tidak ada laporan negatif terkait pelaksanaan program MBG di seluruh SPPG yang telah beroperasi. “Alhamdulillah sampai sekarang tidak ada laporan negatif yang masuk. Semoga hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi,” tutup Andi.
Editor: Aspian Nur