Kepala Pelaksana Tugas (Plt) Dinsos PPU, Muhtar, menjelaskan rumah singgah tersebut membutuhkan fasilitas pendukung seperti tempat tidur, peralatan dapur, dan perlengkapan penunjang lainnya sebelum bisa ditempati.
“Bangunan rumah singgah sudah selesai, tetapi belum bisa digunakan karena masih menunggu penyelesaian alat kelengkapan interior seperti tempat tidur, alat dapur, dan lain-lainnya,” ujar Muhtar, Minggu (25/1/2026).
Ia menyebutkan total anggaran pembangunan rumah singgah tersebut mencapai Rp650 juta. Dari sisi sumber daya manusia, telah disiapkan dua petugas, masing-masing satu laki-laki dan satu perempuan.
Rumah singgah ini memiliki daya tampung dua kamar umum serta satu kamar khusus untuk Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Selama ini, ODGJ sementara ditampung di Kantor Satpol PP.
“Selama ini ODGJ selalu kita tampung di kantor Satpol PP. Sekarang, dengan adanya rumah singgah ini, kita sudah bisa menampung mereka di tempat yang lebih layak,” jelas Muhtar.
Secara fungsi, rumah singgah ini akan menjadi tempat perlindungan sementara bagi orang terlantar, anak jalanan, korban kekerasan, korban bencana, serta warga yang tidak memiliki tempat tinggal sementara waktu.
Selain itu, rumah singgah juga berfungsi memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, minuman, pakaian, tempat tidur, sanitasi, dan layanan kesehatan dasar.
“Rumah singgah ini juga menjadi tempat pemulihan fisik dan psikologis bagi korban trauma melalui pendampingan psikososial,” tambahnya.
Selain pemulihan, rumah singgah akan digunakan untuk pendataan dan asesmen sosial guna mengidentifikasi latar belakang serta kebutuhan penghuni sebelum mendapatkan penanganan lanjutan. Pembinaan mental, sosial, dan spiritual juga akan diberikan agar penghuni siap kembali ke masyarakat.
Tak hanya itu, rumah singgah ini dirancang untuk mendukung pendidikan, pelatihan keterampilan, hingga proses reintegrasi sosial. Penghuni juga dapat dirujuk ke layanan lanjutan seperti panti sosial, balai rehabilitasi, sekolah, rumah sakit, atau program pemerintah lainnya.
Muhtar juga mengungkapkan keinginan pihaknya untuk menambah fasilitas serupa di masa mendatang. Dengan luas lahan mencapai dua hektare, Dinsos PPU berencana membangun rumah singgah tambahan serta fasilitas sosial lainnya.
“Keinginan kami, kalau bisa dibangunkan lagi satu rumah singgah, sehingga ada yang khusus untuk laki-laki dan khusus untuk perempuan. Karena wilayahnya luas, kami juga ingin membangun fasilitas seperti panti jompo,” pungkasnya.
Editor: Erwin