Bupati PPU Mudyat Noor mengatakan, rencana pembangunan gedung bersama itu telah disiapkan pada tahun ini, namun realisasinya masih menunggu ketersediaan anggaran daerah. “Kami mau membangun gedung bersama rencananya tapi menunggu duitnya. Begitu ada duitnya dibangun,” ujar Mudyat.
Kalau anggaran memungkinkan pada perubahan APBD tahun ini, maka pembangunan dapat segera diluncurkan. Namun jika tidak, pelaksanaannya akan dilanjutkan pada tahun berikutnya. “Untuk perencananya tahun ini, kalau ada duitnya di perubahan kita bisa launching, kalau tidak tahun depannya,” jelasnya.
Lokasi pembangunan direncanakan berada di depan kantor rujab bupati dengan tujuan menghidupkan ruas jalan dan kawasan sekitar. Kehadiran gedung bersama tersebut diharapkan dapat mendorong pemerintah daerah, khususnya Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), untuk ikut membangun dan beraktivitas di kawasan itu.
“Kami mau menghidupkan jalan sekitar biar hidup. Makanya ada beberapa pemerintah daerah terutama BUMD, kalau bisa bangun di daerah itu,” sebut Mudyat.
Pembangunan ini merupakan bagian dari upaya pemerataan fasilitas agar pertumbuhan wilayah Penajam tidak terpusat pada satu lokasi saja.
“Sehingga Penajam itu tidak hanya terkumpul pada satu titik, tapi juga terbagi merata dengan fasilitas yang dibangun. Kan sudah ada fasilitas dibangun, kalau tidak dipakai rusak dan sangat disayangkan,” ujarnya.
Selain mendorong pemerataan pembangunan, gedung bersama tersebut juga diharapkan mampu menjadi identitas khas Kabupaten PPU. “Kami harus menciptakan satu tempat yang masyarakat merasa ini PPU yang punya ciri khas tersendiri. Selama ini belum ada ikon itu,” tutup Mudyat.
Editor: Aspian Nur