Peresmian tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin (26/1/2026) pekan depan pukul 09.00 WITA di wilayah Indeks Sepaku oleh Bupati PPU Mudyat Noor.
Dewan Pengawas Perumda Air Minum PPU Nicko Herlambang menjelaskan, pembangunan IPA tersebut merupakan hasil kerja sama antara PDAM, Direktorat Jenderal Cipta Karya, serta pihak Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN).
“Jadi dari hasil diskusi dengan bupati, kami rencananya meresmikan pipa instalasi pengolahan air berkapasitas 50 liter per detik di Sepaku. Ini bagian terpenting dari penyediaan air bersih di Sepaku,” ujar Nicko, Kamis (22/1/2026).
Proyek tersebut merupakan tindak lanjut dari nota kesepakatan antara Pemerintah Kabupaten PPU dengan Ditjen Cipta Karya. Peresmian ini diharapkan menjadi momentum penting agar pelayanan air bersih di Sepaku dapat berjalan secara optimal. “Harapan kami dengan peresmian ini, penyediaan air bersih di Sepaku bisa berjalan dengan baik,” kata Nicko lagi.
Pasca peresmian IPA Sepaku, Pemkab PPU juga berencana melanjutkan peresmian penambahan sambungan rumah (SR) untuk wilayah Petung dan sekitarnya hingga Saloloang, yang bersumber dari sistem distribusi air di Waru.
“Di Waru sudah ada perbaikan pipa, harapannya bisa memenuhi kebutuhan air sampai ke wilayah pantai,” jelas Nicko.
Peningkatan jumlah sambungan rumah menjadi salah satu target utama pemerintah daerah. Jika setiap tahun mampu menambah sekitar 10–15 persen sambungan, maka penyediaan air bersih di PPU diharapkan dapat segera tuntas.
“Namun penyediaan air bersih ini tidak bisa hanya bergantung pada PDAM saja. Konsep Pamsimas dan pemberdayaan masyarakat juga harus berjalan,” tegasnya.
Untuk wilayah Sepaku sendiri, debit 10 liter per detik dinilai sudah cukup signifikan dan diperkirakan mampu melayani sekitar 4.000 sambungan rumah. Meski demikian, masih terdapat sejumlah wilayah yang belum memiliki jaringan, termasuk kawasan pesisir, yang menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah.
Pada tahun ini, Pemkab PPU juga memperoleh bantuan keuangan (bankeu) dari pemerintah pusat sekitar Rp15 miliar untuk penambahan sambungan. Setelah proyek Sepaku dan Waru rampung, pemerintah akan segera mengeksekusi pekerjaan sambungan baru di Petung dan sekitarnya melalui bankeu Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur senilai sekitar Rp15 Miliar.
“Setelah di Sepaku dan Waru, kita akan segera eksekusi sambungan baru di Petung dan sekitarnya,” pungkas Nicko.
Editor: Aspian Nur