Kapolres Penajam Paser Utara AKBP Andreas Alek Danantara melalui Kapolsek Penajam AKP Saifuddin mengungkapkan, wanita berusia 34 tahun itu menjadi sasaran pemerasan oleh seorang pria berinisial D yang dikenalnya melalui aplikasi TikTok.
“Dia baru berkomunikasi sekitar satu minggu dengan terduga pelaku. Hari Minggu kemarin terduga pelaku meminta uang sebesar Rp30 Juta dan mengancam akan menyebarkan video korban tanpa busana berdurasi sekitar lima detik jika tidak dipenuhi,” kata Saifuddin saat dikonfirmasi Senin (19/1/2026).
Ancaman tersebut membuat SW mengalami tekanan mental berat. Sebagai ibu rumah tangga wanita itu tidak memiliki uang untuk memenuhi permintaan pelaku dan mengaku pikirannya menjadi kacau tanpa arah.
“Dalam kondisi tertekan dan terus diintimidasi dia naik kapal feri dari Balikpapan menuju Penajam. Saat hampir tiba dan proses penurunan penumpang hampir selesai wanita itu tiba-tiba melompat ke laut,”jelasnya.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 13.30 WITA siang itu sempat memicu kepanikan di dalam kapal dan di area dermaga namun SW berhasil ditemukan dan diselamatkan oleh anak buah kapal (ABK). “Langsung dievakuasi dan dibawa ke klinik untuk pemeriksaan kesehatan,” ujar Saifuddin.
Pihak kepolisian juga telah menghubungi suami SW untuk memberikan penjelasan terkait kejadian tersebut. Setelah mendapat penanganan medis SW kemudian dibawa pulang oleh suaminya.
Sementara itu, polisi masih melakukan pendalaman terhadap terduga pelaku. Nomor telepon yang digunakan sudah tidak aktif dan akun TikTok yang menjadi sarana komunikasi juga telah menghilang.
“SW belum dapat dimintai keterangan secara maksimal karena masih mengalami syok berat. Setiap kali dimintai penjelasan terkait terduga pelaku dia pingsan,” ungkap Saifuddin.
Polisi memastikan SW dan terduga pelaku tidak memiliki hubungan khusus, selain komunikasi singkat melalui media sosial. Terduga pelaku diduga berada di luar daerah dan keberadaannya belum diketahui.
Saifuddin mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan bijak dalam menggunakan media sosial. “Jangan mudah percaya dengan orang yang baru dikenal di dunia maya, terutama jika sudah mengarah pada ancaman dan pemerasan,” tutupnya.
Editor : Aspian Nur