Bupati PPU, Mudyat Noor, mengatakan pemerintah daerah tengah mencari solusi untuk mengatasi kekurangan tenaga pendidik tersebut.
Salah satu upaya yang dipertimbangkan adalah memberdayakan kembali guru-guru yang telah pensiun maupun yang mendekati masa pensiun namun masih sehat dan mampu mengajar.
“Tahun ini ada 61 guru yang pensiun dan kita sedang memikirkan caranya bersama teman-teman di Dinas Pendidikan karena proses penerimaan guru ini agak sulit. Jadi bagaimana guru-guru yang sudah pensiun atau yang masih aktif, masih prima, masih mampu, bisa kita upayakan mengajar kembali,” ujar Mudyat Noor, Jumat (16/1/2026).
Menurutnya, wacana tersebut sebenarnya telah dibahas sejak tahun lalu dan telah diajukan ke program nasional sebagai bagian dari upaya mengatasi kekurangan guru di daerah.
“Terkait hal ini sudah kita bicarakan dari tahun kemarin dan itu juga yang kita ajukan ke program nasional. Kalau mengambil guru baru tentu harus pengangkatan PNS lagi, sementara prosesnya tidak mudah, apalagi untuk kebutuhan di IKN,” jelasnya.
Mudyat Noor juga mengungkapkan sebelumnya pihak Ibu Kota Nusantara (IKN) sempat meminta dukungan melalui program sister school. Namun keterbatasan jumlah guru di PPU menjadi kendala tersendiri.
“Mereka sempat meminta bantuan sekolah sister school, tapi dengan kondisi kekurangan guru seperti sekarang, tentu menjadi sulit bagi kita,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) PPU, Andi Singkerru, menyebut kekurangan guru menjadi tantangan besar yang harus segera diatasi demi menjamin pelayanan pendidikan bagi siswa.
“Dari tahun 2025 sampai 2026 ada sekitar 89 guru yang akan pensiun. Ini menjadi tantangan bagi pemerintah karena anak-anak didik kita harus tetap mendapatkan pelayanan,” kata Andi.
Ia menuturkan, saat ini terdapat sekolah yang bahkan kekurangan hingga tiga orang guru. Oleh karena itu, Pemkab PPU berupaya memperkuat tenaga pendidik melalui skema penerimaan Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP).
“Kenapa kita tidak mengurangi PJLP, karena kita sangat membutuhkan tenaga guru. Ada sekolah yang sampai tiga tidak ada gurunya,” ungkapnya.
Berdasarkan data Disdikpora PPU, jumlah tenaga pendidik saat ini terdiri dari 1.198 PNS, 613 PPPK, sehingga total 1.811 guru. Selain itu terdapat 191 PPPK paruh waktu dan 278 guru berstatus PJLP.
Editor: Erwin