Peresmian RDMP Balikpapan ini menjadi momentum penting bagi penguatan ketahanan energi nasional. Salah satu fasilitas penunjang utama proyek tersebut berada di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), yakni kilang penampungan minyak mentah yang kapasitasnya meningkat signifikan dari sekitar 5 juta barel menjadi 7,6 juta barel.
Minyak mentah yang ditampung di fasilitas PPU tersebut selanjutnya akan dikirim ke RDMP Balikpapan untuk diolah menjadi bahan bakar minyak (BBM). Keberadaan fasilitas ini menegaskan peran strategis PPU dalam rantai pasok energi nasional.
Bupati PPU Mudyat Noor menyambut baik peresmian kilang tersebut dan menegaskan kesiapan daerahnya untuk bersinergi dengan Pertamina.
“Kami menyambut baik peresmian kilang minyak ini. Kabupaten Penajam Paser Utara sebagai daerah yang memiliki potensi dan cadangan minyak mentah siap bersinergi mendukung operasional kilang Pertamina Balikpapan demi kepentingan nasional,” ujarnya.
Menurutnya, RDMP Balikpapan tidak hanya meningkatkan kapasitas pengolahan minyak dalam negeri, tetapi juga diharapkan mampu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor BBM.
“Selain itu, proyek ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan Kalimantan Timur dan sekitarnya,” katanya.
Megaproyek RDMP Balikpapan mencakup sistem penerimaan minyak mentah, proses pengolahan, hingga fasilitas penunjang untuk menjamin keandalan rantai pasok energi secara menyeluruh.
Proyek strategis nasional ini memiliki total nilai investasi sekitar Rp123 triliun yang ditujukan untuk memodernisasi kilang eksisting.
Modernisasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pengolahan minyak, menghasilkan BBM berkualitas tinggi dan ramah lingkungan, mendorong hilirisasi industri petrokimia, serta memperkuat ketahanan energi nasional.
Bupati Mudyat Noor juga menekankan pentingnya keterkaitan langsung antara proyek strategis nasional ini dengan kesejahteraan masyarakat daerah penyangga, khususnya PPU.
“Keberadaan kilang ini harus memberikan multiplier effect bagi masyarakat, mulai dari peningkatan kesempatan kerja, penguatan sektor jasa dan industri pendukung, hingga kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah melalui kerja sama yang berkelanjutan,” tuturnya.
Ia berharap dampak positif dari proyek RDMP dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat. “Dampak positifnya bagi masyarakat kita harapkan bisa diterima di berbagai bidang, baik ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan lainnya. Intinya, masyarakat PPU harus merasakan langsung manfaatnya sehingga kesejahteraan dapat lebih ditingkatkan,” pungkasnya.
Editor: Erwin