Kepala DPKP PPU Fernando menjelaskan, mereka sudah mengusulkan pembangunan posko pemadam kebakaran di kawasan pesisir sejak tahun 2024. Namun, usulan tersebut belum dapat direalisasikan hingga tahun 2025 karena keterbatasan keuangan daerah. “Kami sudah berupaya, tapi kami juga melihat kondisi keuangan saat ini terkena efisiensi anggaran,” kata Fernando Senin (12/1/2026))
Wilayah Kelurahan Jenebora, Gresik dan Pantai Langgo memiliki tingkat kerawanan kebakaran yang cukup tinggi, sementara jangkauan layanan dari posko terdekat, yakni Posko Sotek dan Maridan, dinilai tidak ideal. “Kalau kami lihat Kelurahan Jenebora, Gresik dan Pantai Langgo secara responsif tidak mungkin dijangkau dalam waktu 15 menit kalau dari posko terdekat,” ungkapnya.
Sebagai solusi sementara, DPKP PPU mengambil inisiatif dengan menjalin kerja sama bersama Kelurahan Jenebora. Kantor kelurahan lama dipinjam dan difungsikan sebagai posko pemadam kebakaran sementara untuk melayani tiga kelurahan pesisir tersebut. “Kami sudah berinisiatif melalui kerja sama dengan pihak Kelurahan Jenebora, meminjam kantor kelurahan lama untuk dijadikan posko sementara untuk meng-cover tiga kelurahan,” jelas Fernando.
Dengan penempatan posko sementara di Kelurahan Jenebora, waktu respons petugas pemadam kebakaran diharapkan dapat ditekan hingga sekitar 10 menit. “Dengan diposisikan di Kelurahan Jenebora ini tidak begitu jauh jangkauan ke Gresik dan Pantai Langgo, sehingga ketika terjadi kebakaran kita 10 menit bisa sampai di tempat,” tambah Fernando.
Anggaran yang direncanakan untuk pembangunan posko pemadam kebakaran permanen di wilayah pesisir PPU diperkirakan mencapai Rp1,5 Miliar. DPKP PPU berharap kondisi keuangan daerah ke depan dapat membaik agar pembangunan tersebut dapat segera direalisasikan. “Kami rencana akan kembali mengusulkan pembangunan Posko di tahun 2026,” pungkas Fernando.
Editor : Aspian Nur