Kepala Pelaksana Tugas (Plt) Disbudpar PPU H Rusli menjelaskan, pengembangan tersebut berupa penciptaan destinasi wisata tambahan berbasis pesisir, termasuk pembangunan rumah apung sebagai daya tarik utama.
Kawasan yang direncanakan membentang dari rumah jabatan hingga Pantai Sipakario, dengan pengembangan lanjutan di Pantai Gusung Pejala. Rencana ini tengah disusun dan diupayakan untuk direalisasikan dalam waktu ke depan, seiring proses koordinasi dan pencarian inspektor pendukung proyek.
Pengembangan wisata ini dinilai memiliki prospek yang menjanjikan serta bertujuan untuk menggerakkan perekonomian masyarakat pesisir setempat.
“Saya sudah menyampaikan ke wakil bupati, melihat ke depannya ini menjanjikan,” ungkap Rusli kepada Korankaltim.com Rabu (7/1/2026).
Konsep wisata dirancang dengan membangun rumah apung seperti di Sulawesi Tenggara. Sedangkan, pengelolaan transportasi laut akan melibatkan masyarakat lokal dan dikhususkan untuk wisatawan.
“Masyarakat luar tidak boleh langsung masuk, tapi melalui Tanjung. Transportasi laut kita siapkan dari masyarakat,” ucapnya.
Dalam kondisi air surut, wisatawan dapat mencapai daratan dengan bantuan warga, sementara saat air pasang dan gusung tidak terlihat, wisatawan dapat menginap di kawasan tersebut. Seluruh destinasi akan saling terhubung dalam satu konsep wisata pesisir berbentuk lingkaran. “Itu yang mulai kami desain,” tutup Rusli.
Editor: Aspian Nur