Menurutnya, perpustakaan digital memiliki kelebihan karena dapat diakses di berbagai lokasi tanpa harus datang langsung ke gedung perpustakaan.
“Kita membutuhkan perpustakaan digital, karena kelebihannya kita bisa menyebarkan di beberapa spot sehingga tidak perlu jauh-jauh ke perpustakaan,” ujarnya, Senin (5/1/2026).
Ia menjelaskan, jika perpustakaan digital dibangun, pemerintah daerah hanya perlu menyiapkan sistem aplikasi serta membeli koleksi buku digital.
“Kalau mau dibangun, tinggal kita mempunyai sistem aplikasinya dan membeli buku digitalnya. Kalau kita punya barkodenya, tinggal kita sebar ke mana saja, jadi tinggal di-scan dan langsung dibaca,” jelas Yusuf.
Namun demikian, hingga saat ini Dispusip PPU belum memiliki koleksi buku digital karena keterbatasan anggaran.
“Kita belum ada buku digital sampai saat ini karena kekurangan dana, tapi hal tersebut sudah selalu kita ajukan dalam program kerja perangkat daerah,” katanya.
Meski belum memiliki perpustakaan digital, Yusuf mengungkapkan minat baca masyarakat PPU mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Ia menyebut, angka minat pembaca yang sebelumnya berada di angka 57 kini meningkat menjadi 86.
“Itu perkembangan yang cukup signifikan sejak interior perpustakaan kami ubah,” ungkapnya.
Perubahan interior perpustakaan dinilai menjadi salah satu faktor yang membuat masyarakat lebih nyaman dan tertarik untuk datang serta membaca di perpustakaan daerah.
Pemerintah daerah pun berharap ke depan pengembangan perpustakaan digital dapat segera terealisasi guna mendukung peningkatan literasi masyarakat PPU.
Editor: Erwin