Menurutnya, rencana penambahan target pemasangan SR telah dipaparkan oleh Direktur Perumda Danum Taka PPU, Rasyid, sebagai bagian dari strategi peningkatan kinerja perusahaan daerah.
“Memang kita ada rencana penambahan target pemasangan SR. Target pemasangan sambungan rumah akan bertambah di tahun 2026, sekaligus mendorong pendapatan air meningkat hingga 400 persen,” ujar Nicko.
Menurutnya, Perumda memiliki peran utama memastikan seluruh program berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan oleh Bupati PPU, Mudyat Noor.
“Intinya dari dewan pengawas itu sederhana, memastikan semuanya sesuai dengan target yang diinginkan Bupati PPU. Pada prinsipnya sampai saat ini sudah on the track,” katanya.
Namun demikian, Nicko mengakui masih terdapat sejumlah kendala dalam pelaksanaan program, khususnya proyek-proyek yang direncanakan menggunakan dana bantuan keuangan dari pemerintah provinsi.
“Ada beberapa proyek yang ingin kita lakukan dengan dana bantuan keuangan provinsi, tetapi belum bisa berjalan karena adanya pengetatan anggaran,” jelasnya.
Kondisi tersebut menjadi bahan pertimbangan agar ke depan proses penambahan kapasitas dan pemasangan SR dapat tetap berjalan secara simultan. Selain itu, Perumda juga fokus pada optimalisasi infrastruktur yang telah tersedia.
Nicko menyebutkan, pipa jaringan air bersih yang sebelumnya dibangun oleh pemerintah daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) PPU kini mulai diaktifkan.
“Total ada 127 meter pipa yang tahun ini sudah diaktifkan sekitar 60 persen, mulai dari wilayah Lawe-Lawe hingga Penajam,” ungkapnya.
Dengan optimalisasi jaringan pipa dan penambahan sambungan rumah, Perumda Danum Taka PPU diharapkan mampu meningkatkan pelayanan air bersih sekaligus memperkuat pendapatan perusahaan daerah di masa mendatang.
Editor: Erwin