Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distan PPU, Ristu Pramula mengatakan, alokasi vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) tahun ini mengalami penurunan baik dari sumber APBN maupun APBD.
“Kami mendapatkan alokasi vaksin PMK dari APBN sebanyak 2.000 dosis dan dari APBD 1.000 dosis. Alokasi ini menurun karena anggaran yang mengalami efisiensi, sehingga ketersediaan vaksin juga ikut berkurang,” ujar Ristu, Senin (2/2/2026).
Selain vaksin PMK, Distan PPU juga menerima alokasi 400 dosis vaksin RSD serta 1.000 dosis vaksin rabies. Namun jumlah tersebut dinilai belum sebanding dengan kebutuhan, mengingat populasi sapi di PPU saat ini mencapai lebih dari 8.000 ekor.
Untuk mengoptimalkan vaksin yang tersedia, Distan PPU memprioritaskan ternak yang belum menerima vaksin pada tahun sebelumnya.
“Karena vaksin terbatas, maka sapi yang tahun lalu belum divaksin akan menjadi prioritas. Tahun 2025 kami memiliki sekitar 4.000 dosis vaksin,” sebut Risti lagi.
Tntangan terbesar tahun ini justru muncul ketika terjadi wabah baru. Saat ini ketersediaan vaksin melimpah di tahun-tahun sebelumnya, partisipasi masyarakat dalam melaporkan ternaknya untuk divaksin masih rendah.
Distan PPU memastikan seluruh laporan yang masuk telah ditindaklanjuti. “Saat ini sudah ada puluhan laporan yang masuk dan semuanya sudah kami tangani,” ucap Ristu.
Editor : Aspian Nur