Program ini menjadi instrumen utama pemerintah daerah dalam menjamin pemenuhan kebutuhan dasar pendidikan sekaligus mengurangi beban ekonomi masyarakat.
Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin, menekankan agar tidak ada lagi anak yang tertinggal dari Program KPC, karena bantuan tersebut dinilai menyentuh langsung kebutuhan riil siswa di awal masa sekolah.
“Target kami jelas, seluruh siswa kelas 1 SD dan 1 SMP di tahun 2025 harus ter-cover. Ini bentuk tanggung jawab pemerintah daerah agar visi dan misi benar-benar dirasakan masyarakat,” tegas Abdul Waris Muin, Rabu (24/12/2025).
Untuk merealisasikan target tersebut, Pemkab PPU mengalokasikan anggaran lebih dari Rp3,8 miliar. Dana tersebut dialokasikan khusus untuk siswa baru jenjang SD dan SMP, dengan skema penyaluran langsung ke rekening penerima agar lebih transparan dan tepat sasaran. Penyaluran bekerja sama dengan Bankaltimtara Kantor Cabang Penajam.
“Di awal tahun anggaran, KPC harus sudah tersalurkan semua. Mekanismenya langsung ke rekening masing-masing, sehingga tidak ada ruang keterlambatan,” ujarnya.
Pemkab PPU juga menegaskan perubahan kebijakan dengan menghentikan bantuan seragam gratis yang selama ini kerap menuai keluhan. Melalui KPC, orang tua diberikan keleluasaan menentukan kebutuhan sekolah anak sesuai ukuran dan kondisi masing-masing.
“Selama ini banyak keluhan, seragam kebesaran atau sepatu tidak sesuai. Dengan KPC, orang tua bisa menyesuaikan langsung. Semua alat dasar sekolah bisa dipenuhi,” jelasnya.
Meski diakui penyaluran KPC sebelumnya sempat terlambat, tetapi ia memastikan perbaikan sistem telah dilakukan. Pemerintah daerah, kata dia, tidak ingin keterlambatan bantuan kembali membebani orang tua di awal tahun ajaran.
“Tidak boleh ada lagi keterlambatan. KPC ini untuk membantu orang tua membiayai sekolah anaknya, bukan menambah masalah,” katanya.
Program Kartu Penajam Cerdas kini diposisikan sebagai kebijakan strategis daerah dalam memperkuat akses pendidikan dasar.
Dibawa kepemimpinan Bupati Mudyat Noor dan Wakil Bupati Abdul Waris Muin diharapkan KPC mampu menjadi solusi nyata bagi keluarga, sekaligus memastikan tidak ada anak yang terhambat sekolah karena keterbatasan ekonomi.
Editor: Erwin