Hal tersebut dicapai meskipun pemerintah daerah sempat dihadapkan pada defisit anggaran yang cukup besar. Kondisi fiskal tersebut tidak menyurutkan langkah Bupati Mudyat Noor untuk terus menjalankan program-program prioritas yang berpihak kepada masyarakat.
“Efisiensi bukan alasan untuk berhenti membangun daerah. Justru ini menjadi ujian sejauh mana kita bisa berinovasi demi kepentingan rakyat,” ujar Mudyat Noor kepada Korankaltim.com Rabu (24/12/2025).
Sejumlah pencapaian strategis berhasil direalisasikan dalam kurun waktu tersebut. Disektor pendidikan, pemerintah daerah melakukan revitalisasi satuan pendidikan serta menyediakan seragam dan perlengkapan sekolah gratis melalui program Kartu Penajam Cerdas (KPC). Program ini bertujuan meringankan beban orang tua sekaligus meningkatkan akses pendidikan yang merata.
Selain itu, penguatan tata kelola aset daerah juga menjadi perhatian utama, disertai dengan pengembangan potensi sawit nasional sebagai salah satu sektor unggulan daerah. Di bidang infrastruktur, Mudyat Noor aktif memperjuangkan pembangunan Jembatan Riko, pelebaran jalan provinsi dan Jalan Silkar, serta peningkatan saluran Daerah Irigasi (DIR) di kawasan Babulu.
Upaya lain yang terus dikawal adalah pembangunan Bendung Gerak Sungai Telake dan Bendung Lawe-Lawe, serta realisasi Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Buluminung. Pemerintah daerah juga fokus pada penanganan rumah tidak layak huni dan penyediaan rumah subsidi murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Disektor ekonomi kerakyatan, Pemkab PPU menggalakkan konsumsi beras lokal sebagai produk unggulan daerah. Kebijakan ini dinilai sebagai bentuk dukungan nyata terhadap petani lokal. Program pemberdayaan lainnya meliputi Kampung Nelayan Merah Putih, pembentukan Koperasi Desa Merah Putih, serta gerakan Masuk Sekolah Bisa Baca Alquran.
“Semua program ini kami rancang untuk memastikan pembangunan tetap berjalan dan manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” katanya.
Dengan berbagai capaian tersebut, kepemimpinan Mudyat Noor dalam sembilan bulan pertama menunjukkan komitmen kuat untuk terus membangun PPU secara berkelanjutan, meski di tengah tantangan keterbatasan anggaran.
Editor: Aspian Nur