Wakil Kepala Polres PPU Awan Kurnianto menjelaskan, meski target fungsional dipatok pada Desember 2025, pelaksanaan tetap bergantung pada persetujuan BGN.
“Rencananya Desember 2025 kami fungsikan, tapi semuanya mengacu ke BGN. Ada juga beberapa ruangan yang harus kami perbaiki sesuai hasil koreksi dari portal BGN,” ujar Awan kepada Korankaltim, Rabu (17/12/2025).
Perbaikan yang diminta meliputi penutupan jendela dapur produksi, pemisahan sekat ruang pencucian basah, pemasangan kaca, serta instalasi wastafel. Sementara seluruh peralatan dapur lainnya disebut telah tersedia. “Peralatan sudah lengkap, tinggal penyempurnaan ruangan,” sebut Awan lagi.
Setelah perbaikan rampung, Polres PPU wajib kembali mengunggah dokumentasi video ke portal BGN. Selanjutnya, tim BGN akan melakukan verifikasi faktual langsung ke lokasi dapur. “Kalau sudah dinyatakan lengkap, tim BGN akan turun langsung mengecek kesiapan dapur. Sebelum itu, belum bisa jalan,” sebutnya.
Dari sisi sumber daya manusia, Polres PPU memastikan kesiapan penuh. Sebanyak 40 karyawan telah direkrut dari 120 pendaftar, terdiri atas petugas dapur, koki, pengemas makanan, pengantar, juru cuci, pengemudi, hingga petugas kebersihan. “SDM tidak ada masalah, semua sudah siap,” ungkap Awan.
Dapur MBG Polres PPU direncanakan melayani 3.454 siswa dari delapan sekolah di wilayah Penajam. Sementara terkait anggaran, Polres PPU mengaku tidak terlibat dalam pengelolaan dana karena seluruh fasilitas bersifat hibah. “Kami hanya menerima barang. Gedung hibah dari PU, peralatan SPPG dari Pemkab PPU,” pungkas Awan.
Editor: Aspian Nur