Sekretaris Dishub PPU, Sundra, mengakui fasilitas Pelabuhan Speedboat yang ada saat ini masih belum layak. Ia menyebut keterbatasan fiskal serta anggaran daerah menjadi kendala utama dalam mempercepat pembangunan pelabuhan tersebut.
“Karena keterbatasan anggaran, mudah-mudahan selambat-lambatnya di 2027 sudah bisa dibangun dermaga Speedboat yang lebih manusiawi. Karena sekarang harus kita akui tidak manusiawi,” ujar Sundra, Minggu (14/12/2025).
Ia mencontohkan, saat air pasang terjadi, pengguna pelabuhan terpaksa menerobos genangan air yang naik hingga area dermaga.
“Ketika air pasang, pada saat lewat Pelabuhan Speedboat kita harus mengangkat celana karena air sudah naik hingga ke pelabuhan,” katanya.
Tak hanya itu, dari aspek keselamatan, ia menilai juga masih sangat minim terutama karena penumpang tidak dilengkapi alat keselamatan.
“Dari speedboat itu juga membahayakan, kemudian di kelotok juga membahayakan. Begitu melintas mereka tidak menggunakan life jacket,” jelasnya.
Sundra juga mengimbau masyarakat agar mematuhi kewajiban membayar tiket masuk pelabuhan. Menurutnya, hal tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi juga berkaitan dengan perlindungan asuransi.
“Kami menghimbau kepada masyarakat untuk membayar tiket masuk, karena itu selain menambah PAD juga untuk Jasa Raharja. Ketika ada kecelakaan, jadi bisa diproses,” tuturnya.
Editor: Erwin