Program KPC merupakan satu dari beberapa komitmen pemerintah dalam mendukung akses pendidikan masyarakat< namun fluktuasi APBD membuat pelaksanaannya perlu dilakukan secara lebih terukur.
“Untuk KPC masih berjalan. Kalau kemarin APBD masih stabil program ini bisa lebih menyeluruh. Sekarang dibuat progres bertahap,” kata Mudyat kepada Korankaltim.com Senin (8/12/2025).
Tahap awal penerapan KPC akan difokuskan pada peserta didik baru, sebelum diperluas ke seluruh jenjang dari kelas 1 SD hingga kelas 9 SMP.
“Nanti kami mulai dari peserta baru sekolah, kemudian bertahap ke keseluruhan anak-anak sekolah dari kelas 1 SD sampai kelas 9 SMP. Dengan kondisi keuangan yang ada, dicoba perlahan agar program ini bisa tetap berjalan,” papar Mudyat.
Pemerintah daerah juga terus berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk memperkuat kapasitas pembiayaan program pendidikan tersebut.
“Mudah-mudahan sambil menaikkan potensi PAD yang ada kami bisa mengakomodir lebih banyak karena kondisi ini bukan hanya terjadi di PPU tapi hampir di seluruh daerah. Bahkan di provinsi, program Gaspol juga ada yang terpotong dan tidak berjalan penuh karena kondisi keuangan,” terang Mudyat.
Meski terjadi penyesuaian anggaran dipastikan seluruh program yang telah direncanakan tetap dilanjutkan “Program KPC tetap berjalan, semua tetap berjalan seperti apa adanya,” tutupnya.
Editor: Aspian Nur