Hanya dalam waktu sekitar 20 menit setelah hujan turun, air mulai menggenangi area parkiran dan ruang kasir rumah sakit. Sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat yang terparkir di halaman pun tampak terendam.
Beruntung, air tidak sampai memasuki ruang perawatan pasien lantaran area tersebut berada di dataran lebih tinggi dibandingkan ruang administrasi dan kasir.
Meski menghadapi genangan air, aktivitas pelayanan kesehatan di RSUD RAPB tetap berjalan normal. Direktur RSUD RAPB Penajam Paser Utara (PPU), Lukasiwan Eddy Saputro, menegaskan bahwa pihaknya sudah terbiasa menghadapi kondisi banjir semacam ini.
“Kami sudah biasa kebanjiran. Setinggi apa pun airnya, pelayanan kepada pasien tetap berjalan,” ujarnya saat dikonfirmasi Korankaltim.com.
Lukasiwan juga mengakui pihak rumah sakit rutin melakukan simulasi penanganan berbagai bencana, termasuk kebakaran dan banjir.
“Kami selalu ada simulasi semua bencana, mulai dari kebakaran hingga banjir. Walaupun banjir itu bencana alam, pelayanan harus tetap berjalan,” jelasnya.
Salah satu petugas rumah sakit yang enggan disebutkan namanya juga membenarkan bahwa kejadian serupa sudah beberapa kali terjadi.
“Banjir seperti ini sudah pernah terjadi, bahkan dulu lebih tinggi dari sekarang. Tapi pelayanan kepada pasien tetap dilakukan secara maksimal,” ujarnya.
Hingga kini, air mulai surut meski beberapa titik di area parkiran masih tergenang. Pihak rumah sakit terus melakukan pembersihan agar aktivitas kembali normal sepenuhnya.
Editor: Erwin