Program ini dinilai sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja serta memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat, khususnya generasi muda di daerah.
Kepala Disnakertrans PPU, Marjani, menjelaskan bahwa kehadiran program magang nasional sangat bermanfaat bagi perusahaan maupun pencari kerja.
Melalui program ini, para peserta dapat mengembangkan keterampilan praktis yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, sekaligus membuka peluang bagi perusahaan untuk mendapatkan tenaga kerja yang lebih terampil dan siap pakai.
“Itu ide bagus karena bisa membantu perusahaan dan karyawan atau penduduk untuk bisa mengembangkan keterampilan, terutama keterampilan yang terkait dengan potensi kompetensi,” ujar Marjani, Selasa (4/11/2025).
Ia mengungkapkan, saat ini sudah ada beberapa lembaga swasta yang menyatakan kesiapannya untuk mendampingi pelaksanaan magang nasional di wilayah PPU.
Lembaga-lembaga tersebut bahkan disebut telah menjalin kerja sama langsung dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) untuk memastikan pelatihan dan pendampingan berjalan sesuai standar nasional.
“Dari pihak swasta sudah ada yang menghubungi, mereka siap menjadi pendamping atau narasumber. Mungkin mereka juga bekerja sama dengan Kementerian Tenaga Kerja,” jelasnya.
Selain itu, sejumlah perusahaan di daerah juga mulai menunjukkan antusiasme terhadap program ini. Salah satunya adalah Perumda Air Minum Danum Taka, yang telah menyatakan kesediaannya menampung peserta magang.
“Beberapa perusahaan di sini, terutama yang saya tahu itu PDAM, siap menampung beberapa peserta magang karena biayanya dibiayai oleh pusat,” kata Marjani.
Mekanisme pendaftaran program magang nasional pun disebut sangat mudah. Perusahaan yang ingin berpartisipasi cukup mendaftarkan diri secara online melalui platform resmi yang disediakan oleh Kementerian Ketenagakerjaan. “Mekanismenya sederhana, perusahaan cukup daftar langsung secara online,” tambahnya.
Meski sosialisasi secara masif belum dilakukan, Disnakertrans PPU sudah mulai memperkenalkan program ini melalui berbagai kegiatan, terutama di lingkungan pendidikan. Salah satunya saat kegiatan di SMK Negeri 2 Penajam, di mana pihaknya langsung memberikan penjelasan mengenai manfaat dan mekanisme magang nasional kepada para siswa dan guru.
“Untuk pemberitahuan secara masif memang belum, tapi kami sudah lakukan sosialisasi saat ada kegiatan seperti di SMK 2 Penajam. Saat itu kami langsung memberitahu terkait program ini,” ujarnya.
Marjani berharap, melalui program magang nasional ini, para peserta, khususnya pelajar dan lulusan baru dapat meningkatkan kemampuan praktis mereka sehingga lebih siap bersaing di dunia kerja.
Selain itu, ia juga menilai program ini dapat membantu menekan angka pengangguran di PPU. “Harapannya tentu meningkatkan kompetensi siswa kita dalam hal praktik kerja, selain itu tentu bisa mengurangi jumlah pengangguran di daerah,” tutupnya.
Editor: Erwin