Kasat Reskrim Polres PPU, AKP Dian Kusnawan, menjelaskan bahwa pihaknya masih mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.
“Dari teman penyidik masih melakukan penyelidikan. Kemarin kami sudah melakukan olah TKP bersama tim identifikasi polres. Kami juga telah meminta keterangan dari para saksi, baik dari pihak perusahaan maupun rekan-rekan korban,” ujar Dian, Jumat (31/10/2025).
Menurutnya, saat ini proses pemeriksaan masih berlangsung. Salah satu mandor proyek yang diduga mengetahui kronologi kejadian masih menjalani perawatan di rumah sakit.
“Kami akan menjadwalkan pemeriksaan terhadap mandor tersebut untuk memperkuat dugaan, apakah ada kelalaian dalam proses pekerjaan itu. Sejauh ini sekitar delapan saksi sudah kami mintai keterangan,” jelasnya.
Sementara itu, Divisi Konstruksi PT Semen Indonesia Logistik (SILOG), Rendra Sanjaya menyampaikan belasungkawa mendalam atas insiden yang terjadi.
“Kami berduka atas insiden yang terjadi. Selama dua hari ini, kami fokus memberikan penanganan kepada almarhum serta dukungan kepada keluarga, mulai dari proses perawatan hingga pengantaran jenazah ke rumah duka. Alhamdulillah, semua terselesaikan dengan baik,” jelasnya.
Sebagai bentuk tanggung jawab moril, PT SILOG telah menyalurkan santunan kepada keluarga korban dan memastikan seluruh pekerja yang terlibat dalam proyek tersebut terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan di Balikpapan.
“Kami berterima kasih atas perhatian serta masukan yang telah diberikan oleh DPRD PPU. Masukan tersebut menjadi evaluasi serta dorongan untuk terus memperkuat kepatuhan dan tata kelola di setiap proyek yang kami jalankan,” ungkapnya.
Ia menegaskan, PT SILOG mendukung penuh proses investigasi resmi yang dilakukan oleh pihak berwenang.
“Insiden ini menjadi bahan evaluasi penting bagi kami untuk semakin memperkuat budaya keselamatan kerja di seluruh area proyek yang kami tangani,” tutupnya.
Editor: Erwin