Kapolres PPU AKBP Andreas Alex Danantara melalui Kasat Reskrim Polres PPU, AKP Dian Kusnawan menjelaskan, tiga orang yang tertimbun tersebut adalah TM berusia 35 tahun, WAB (20) dan HM (20).
“Hanya satu orang selamat dan mengalami luka, saat ini dirawat di RSU RAPB Penajam,” jelas Dian saat dikonfirmasi Korankaltim.com Rabu (29/10/2025) hari ini.
Kronologis kejadian berawal saat kegiatan pengerjaan galianberlangsung usai hujan menggunakan alat berat berupa eksavator.
Galian tersebut memiliki kedalaman 2,5 meter dan lebar 1,5 meter. Namun terdapat pipa yang menghalangi galian sehingga dilakukan penggalian manual oleh tujuh pekerja dan pengerjaan dilakukan secara bergantian.
“Saat pengerjaan terjadi tanah longsor yang menimpa tiga pekerja yaitu TM, WA, dan HM,” ujar Dian lagi.
Selanjutnya, mandor yang berada di permukaan aspal melihat kejadian tersebut berinisiatif untuk melakukan penyelamatan. Namun terjadi longsor susulan yang menyebabkan si mandor luka ringan.
VP Legal & Relation PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) Asep Sulaeman menyampaikan belasungkawa atas musibah yang menimpa para pekerja subkontraktor tersebut.
“Sehubungan dengan kejadian yang menimpa pekerja subkontraktor Silog di area Lawe-Lawe, kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas musibah yang terjadi. Kami turut mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini,” ujar Asep.
PT Silog memastikan prioritas utama saat ini adalah penanganan terhadap korban serta memberikan dukungan moral kepada keluarga yang ditinggalkan.
“Saat ini, pihak terkait tengah melakukan investigasi menyeluruh terkait kejadian tersebut. Hasil dari investigasi akan menjadi dasar bagi langkah-langkah perbaikan dan pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari,” pungkasnya.
Editor: Aspian Nur