Saat ini, persiapan akhir masih dilakukan, termasuk perakitan perlengkapan dapur oleh teknisi dari pabrikan.
Kapolres PPU, AKBP Andreas Alek Danantara, melalui Kasat Reskrim Polres PPU, AKP Dian Kusnawan, menjelaskan bahwa bangunan SPPG yang akan mereka kelola merupakan hibah dari pemerintah daerah.
“Terkait anggaran SPPG, kami tidak tahu karena itu hibah barang. Jadi kami hanya menerima barang. Bangunan gedung hibah dari PU, sedangkan peralatan dari pihak Pemkab,” jelas Dian, Rabu (22/10/2025).
Ia menambahkan, saat ini seluruh peralatan dapur telah tiba dan tengah dirakit oleh teknisi. Proses tersebut sudah berjalan hampir satu minggu, dan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua pekan hingga selesai sepenuhnya.
“Kalau saat ini peralatan dapur sudah datang semua. Estimasi teknisi, dua minggu baru bisa selesai. Kendaraan pun sudah ada, ompreng juga sudah siap. Jadi kalau semua rampung, SPPG sudah bisa langsung berjalan,” ujarnya.
Selain sarana dan prasarana, Polres PPU juga telah membuka pendaftaran sumber daya manusia (SDM) untuk mengelola dapur SPPG. Total SDM yang dibutuhkan mencapai 37 orang.
“Kami sudah menyebarkan link pendaftaran bagi masyarakat yang berminat. SDM ini untuk orang dewasa, dan kriterianya sudah ditentukan, mulai dari koki, pengemasan, hingga sopir. Seleksi dilakukan oleh Polres PPU bekerja sama dengan Pemda dan sekolah,” terangnya.
SPPG Polres PPU ini akan melayani program MBG di delapan sekolah dengan total 3.454 siswa yakni, SMA Negeri 8 (397 siswa), SMK Negeri 2 (1.154 siswa), TK Kemala Bhayangkari Penajam (35 siswa), SMP Negeri 21 (416 siswa), SMP Negeri 10 (413 siswa), SD IT (387 siswa), SD Negeri 014 (365 siswa), SD Negeri 038 (287 siswa).
Dalam upaya mengantisipasi potensi terjadinya keracunan makanan seperti yang terjadi di sejumlah kota besar di Indonesia, Polres PPU telah menyiapkan prosedur ketat pengawasan kualitas bahan pangan.
“Kami diwajibkan melakukan tes food security. Itu sudah ada dari urkes, dan setiap hari wajib dilakukan monitoring untuk mengetes kualitas makanan agar terhindar dari keracunan,” tegasnya.
AKP Dian berharap keberadaan SPPG Polres PPU dapat segera memberikan manfaat nyata bagi pelajar di Benua Taka. “Harapannya, SPPG ini cepat beroperasi dan benar-benar bisa memberikan manfaat untuk anak-anak di PPU,” tutupnya.
Editor: Erwin