Kemarin, dua tim teknis diturunkan ke Babulu Darat dan Babulu Laut untuk mendukung pelaksanaan proyek pemasangan jaringan perpipaan senilai Rp9,8 Miliar yang merupakan proyek Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Direktur Perumda Air Minum Danum Taka, Abdul Rasyid, menjelaskan proyek tersebut kini sudah memasuki tahap komisioning dan dalam waktu dekat segera dilanjutkan dengan pemasangan water meter ke rumah-rumah pelanggan.
“Saat ini prosesnya sudah tahap komisioning, sesuai arahan Bupati Mudyat Noor, dalam waktu dekat kami segera memasangkan water meter ke pelanggan di Babulu Darat dan Babulu Laut. Proyek ini murni milik provinsi, tapi nantinya akan diserahterimakan ke Pemerintah Kabupaten PPU melalui bupati," jelas Rasyid kepada Korankaltim.com Kamis (16/10/2025) pagi ini.
Selain proyek di Babulu, Perumda Danum Taka juga mempersiapkan pembangunan Water Treatment Plant (WTP) berkapasitas 10 liter per detik di Kecamatan Waru yang dirancang untuk melayani interkoneksi antara Waru dan Petung, serta menyambung distribusi air ke daerah pesisir.
“Ada proyek PUPR yang sudah selesai sepanjang tiga sampai empat kilometer. Karena proyek ini rampung pada Desember nanti, maka operasionalnya atau running-nya bisa dimulai pada Januari 2026,” ujarnya.
Tak hanya itu, di Kelurahan Maridan, saat ini juga sedang dikerjakan proyek pemindahan sumber air baku. Menurut Rasyid, embung lama di wilayah tersebut sudah tidak berfungsi karena alirannya mati, sehingga dipindahkan ke lokasi baru milik PT Ichi.
“Sumber air baku di Maridan ini sudah mati, dalam artian embungnya tidak ada aliran lagi. Sekarang sedang dibangun jaringan perpipaan dari titik eksisting ke embung baru milik PT Ichi, panjangnya sekitar satu setengah kilometer. Pekerjaan ini dikerjakan bersama teman-teman dari Dinas PU dan PDAM,” terang Rasyid.
Dengan berbagai proyek tersebut, Perumda Danum Taka berharap ketersediaan air bersih di wilayah PPU dapat semakin merata dan berkelanjutan.
Editor: Aspian Nur