Bupati PPU Mudyat Noor menyambut baik inisiatif para mahasiswa tersebut dan menilai kesenian serta kebudayaan memiliki peran penting dalam menjaga jati diri bangsa.
"Kesenian dan kebudayaan merupakan cermin peradaban suatu bangsa. Melalui seni kita belajar tentang sejarah, nilai kehidupan, kearifan local serta pesan moral yang diwariskan dari generasi ke generasi," ujar Mudyat kepada Korankaltim.com disela festival malam ini.
Seni juga menjadi sarana komunikasi universal yang mampu menjembatani perbedaan. "Kehadiran Pagelaran Sang Askarya sangat penting, sebab menjadi ruang ekspresi sekaligus wadah pembelajaran bagi generasi muda," imbuhnya.
Pagelaran ini menjadi bukti masyarakat PPU mampu menjaga sekaligus mengembangkan budaya. "Seni tidak hanya berhenti pada estetika, tetapi juga menjadi media pemersatu, penumbuh kreativitas, dan pendorong lahirnya inovasi," tegas Mudyat.
Pembangunan daerah tidak hanya diukur dari infrastruktur, tapi juga dari kekuatan budaya dan karakter masyarakat. Karena itu, ia berharap kegiatan serupa bisa digelar secara rutin.
"Mari jadikan Pagelaran Sang Askarya sebagai agenda rutin, ruang berkumpulnya seniman, sekaligus ajang edukasi bagi generasi muda. Jangan sampai mereka tidak hanya melek teknologi tetapi juga bangga dengan budaya lokal," ucap Mudyat.
Editor : Aspian Nur