Dalam kegiatan serap aspirasi tersebut, sejumlah persoalan utama yang dikeluhkan warga antara lain terkait layanan air bersih, infrastruktur hingga masalah banjir.
Raup Muin menegaskan bahwa kegiatan reses merupakan bagian dari kewajiban anggota dewan yang dilaksanakan tiga kali dalam setahun. Tujuannya untuk menjaring dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat yang belum terakomodasi.
“Momentum reses ini penting untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat, baik terkait pelayanan publik maupun pembangunan infrastruktur,” ujarnya.
Raup tekankan, dirinya tidak ingin hanya sekadar menjadi anggota DPRD tanpa membawa perubahan. Menurutnya, jabatan tersebut memiliki tanggung jawab besar untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat.
“Saya akan terus berjuang untuk masyarakat PPU, khususnya di daerah pemilihan saya,” tegasnya.
Salah satu keluhan yang menjadi sorotan dalam reses kali ini adalah persoalan banjir di Kilometer 4, Kelurahan Nenang. Menurut Raup, wilayah tersebut kerap terendam banjir saat hujan deras turun dalam waktu lama, dan hingga kini belum ada penanganan serius dari pihak terkait.
Terlebih, persoalan itu telah disampaikan langsung oleh masyarakat kepada instansi terkait tetapi belum mendapatkan tindaklanjut.
“Keluhan soal banjir tadi menjadi perhatian kami. Setelah reses ini, kami akan berkoordinasi dengan instansi teknis untuk meninjau langsung kondisi di lapangan,” pungkasnya.
Editor: Erwin