“Kami terus siaga mencegah kemungkinan terjadinya kebakaran lahan. Maka dari itu kami ingatkan masyarakat agar tidak memicu terjadinya Karhutla,” ujar Nurlaila.
Menurut dia, pihaknya akan mendirikan beberapa posko antisipasi Karhutla di tiap Kecamatan, sehingga dapat bergerak dengan cepat jika mendapati laporan atau pantauan kebakaran hutan dan lahan.
Selain itu, BPBD juga tengah melaksanakan pencegahan melalui groundcheck atau pengecekan terhadap hotspot, yang dipantau melalui satelit. Guna memastikan suatu kawasan berpotensi atau tengah terjadi Karhutla.
Jika mendapatkan adanya titik persebaran, pihaknya bersama jajaran TNI dan kepolisian akan langsung turun pengecekan ke lokasi tersebut.
“Sejauh ini sudah ada enam titik hotspot, sebagian ada yang hanya menimbulkan hawa panas dan titik api. Sebab memang ada aktifitas pembukaan lahan dari warga, baik lahan persawahan dan perkebunan,” terangnya.
Sementara dari data Badan Meteologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kurun waktu dua bulan kedepan, PPU masih sering hujan sehingga kemungkinan besar terjadinya Karhutla tidak besar.
“Namun kami tetap selalu siap siaga,” tutup Nurlaila.(kp)