“Bantuan bibit dari Pemerintah Pusat untuk pertama kalinya ini diharapakan dapat mampu meningkatkan kesejateraan petani dan mampu memenuhi ketersediaan komiditas bawang dan cabai di wilayah PPU,” ungkap Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian PPU, Jumat (13/10).
Jika bibit yang diberikan Pemprov itu sukses di kelolah oleh sejumlah para kelompok tani, ia menyakini, produksi bawang merah dan cabai dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Benua Taka, bahkan dapat di pasarkan kebeberapa daerah lainnya di Kaltim. “Kalau sudah para kelompok tadi ini sudahh panen, bawang dan cabai bisa melimpah dan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat PPU maupun daerah lainya yang ada di Kaltim,” ucapnya.
Bantuan bibit bawang merah yang diterima dari Pemprov, Kamis, (12/10), akan segera diambil sampelnya untuk di uji keaslian bibitnya.
Menurut Bambang, jika petani sukses panen, dalam lahan luasan 1 hektare bawang merah dapat mengahasilkan hingga 10 ton sementara untuk cabai per hektarenya dapat menghasilkan 8 ton. “Yang jadi permasalahan itu jika petani telah panen, gudangnya penampungannya itu tidak ada, sehingga kami selalu berupaya untuk mendapatkan bantuan gedung,” tuturnya.
Selain mendapatkan bantuan bibit bawang merah dari Perintah Pusat, Dinas Pertanian juga dapat bantuan dari Bank Indonesia (BI) tetapi hasilnya hanya untuk benih untuk kebutuhan penanaman selanjutnya. (wn1017)