Saat ini, sebanyak enam unit kendaraan telah berhasil diangkat dari dasar laut oleh tim penyelam. Rinciannya terdiri atas tiga unit sepeda motor, satu mobil kontainer, dan dua mobil pribadi.
Salah satu penyelam, Jainudin, menjelaskan bahwa untuk mengangkat kontainer, pihaknya menggunakan 20 drum biru yang berfungsi sebagai alat bantu apung di dalam air.
“Setiap drum memiliki kemampuan menahan sekitar 200 kilogram gaya apung. Jadi cukup efektif untuk mengangkat kontainer dari dasar laut,” ujarnya, Kamis (26/6/2025).
Lanjutnya, dalam proses evakuasi ini, terdapat enam penyelam dikerahkan. Seluruh penyelam didatangkan dari luar wilayah Kalimantan Timur oleh pihak PT Sadena, selaku pihak yang bertanggung jawab atas proses penyelamatan.
“Penyelam semuanya dari luar daerah. Penarikan kendaraan dilakukan dengan bantuan klotok milik masyarakat sekitar,” imbuhnya.
Salah satu kendala yang dihadapi dalam proses pengangkatan kendaraan ini adalah arus bawah laut yang cukup deras sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi para penyelam.
“Selama ini tidak ada kendala berarti, hanya arusnya saja yang kadang kuat. Kegiatan evakuasi juga dibatasi hanya dilakukan dari pagi hingga sore hari,” tutup Jainudin.
Editor: Erwin