“Di tahun ajaran 2025/2026 tentu sudah mengarah ke Deep Learning, artinya yang akan dipakai itu kurikulum baru,” ungkapnya kepada Korankaltim.com, Jumat (20/6/2025).
Lanjutnya, Kurikulum Merdeka yang sebelumnya diterapkan hanya diberlakukan selama satu tahun. Sementara untuk kurikulum baru ini, seluruh tenaga pendidik telah mendapatkan sosialisasi dan pelatihan.
“Guru-guru juga sudah disosialisasi dan mereka semua sudah paham tentang masalah itu, jadi mereka tidak perlu ragu. Apalagi sekarang ini teknologi seperti AI bisa kita manfaatkan untuk bertanya dan menggali informasi lebih jauh,” ujarnya.
Andi menilai kesiapan guru dan siswa dalam menghadapi transformasi ini cukup baik. Ia menyebutkan penggunaan perangkat teknologi seperti iPad, laptop hingga ponsel pintar sudah menjadi bagian dari keseharian siswa.
“Anak-anak kita juga tergolong siap. Mereka sudah terbiasa menggunakan teknologi. Diajak ujian menggunakan HP sudah siap, diajak pembelajaran daring juga sudah siap,” tuturnya.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat kendala pada akses jaringan di beberapa wilayah. Namun, upaya peningkatan infrastruktur digital terus dilakukan, termasuk kerja sama dengan pihak Telkom untuk menyediakan akses internet.
“Memang masih ada blank spot atau daerah dengan jaringan yang belum maksimal, tetapi itu akan terus disempurnakan. Kemarin beberapa sekolah mendapat bantuan dari Telkom untuk memasang perangkat seperti wifi gratis,” jelasnya.
Terkait perubahan sistem, Andi menegaskan sejauh ini tidak ada perubahan dalam sistem pembelajaran secara teknis, hanya pergeseran kurikulum menuju pembelajaran yang lebih bermakna.
“Belum ada info terkait perubahan sistem pembelajaran, hanya kurikulumnya saja yang berubah. Maksud dari pembelajaran mendalam ini adalah siswa betul-betul memahami konteks dan filosofi dari pelajaran itu. Misalnya, dalam matematika, siswa akan memahami kenapa harus belajar matematika dan makna di balik setiap rumus,” terangnya.
Menurutnya, pendekatan ini diharapkan tidak hanya menekankan hafalan, tetapi juga pemahaman esensial terhadap makna setiap materi pelajaran.
Editor: Erwin