“Kami selalu siap siaga mencegah kemungkinan terjadinya kebakaran, selain itu juga, kami mengingatkan kepada masyarakat agar tidak memicu,” ungkap Nurlaila, Selasa (10/10).
Menurut Nurlaila, instansinya juga akan mendirikan beberapa posko antisipasi Karhutla dibeberapa kecamatan. Dengan demikian tim bisa bergerak cepat jika setiap saat ada laporan kebakaran hutan dan lahan.
Lanjut dia, selain melakukan pendekatan dan sosialisasi kepada masyarakat, BPBD PPU juga melasanakan pencegahan dengan pengecekan terhadap titik panas yang dipantau melalui satelit, untuk memastikan di daerah tersebut terjadi Karhutla. Menjalankan kegiatan di lapangan BPBD juga bersama jajaran TNI dan kepolisian mengecek ke lokasi.
“Sejauh ini sudah ada enam titik hotspot, sebagian ada yang hanya menimbulkan hawa panas dan ril titik api, karena memang ada aktifitas pembukaan lahan dari warga, baik lahan persawahan dan perkebunan,”ucapnya.
Dari data Badan Meteologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam kurun waktu dua bulan ke depan, di PPU masih sering hujan. Jadi emungkinan besar terjadinya Karhutla, tidaklah besar.
Hingga tahun 2015 dan 2016 di Benua Taka, sudah terdapat 1.111 hektare (ha) lahan dan hutan yang terbakar. Dari jumlah itu, Kecamatan Penajam penyumbang angka terbanyak, karena didominasilahan gambut yang mudah terbakar. (wn1017)