Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin menyampaikan bahwa polusi plastik adalah bom waktu ekologis. Dunia memproduksi lebih dari 400 juta ton plastik setiap tahun, namun kurang dari 10 persen yang berhasil didaur ulang.
“Di Indonesia sendiri, sekitar 20 persen timbulan sampah adalah plastik, dan hanya 39 persen yang terkelola secara layak,” ujarnya saat membacakan sambutan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Republik Indonesia.
“Bumi tidak membutuhkan kita. Kitalah yang membutuhkan bumi. Mari kita wariskan alam yang bersih, bukan krisis yang ditinggalkan,” tambahnya.
Setelah apel, kegiatan dilanjutkan dengan aksi bersih-bersih yang berhasil mengumpulkan total 568,2 kg sampah, yang terdiri atas 179 kg sampah organik, 65 kg sampah anorganik, dan 328,2 kg sampah residu.
Aksi ini diikuti oleh sedikitnya 431 peserta dari berbagai unsur masyarakat, instansi, pelajar, dan relawan lingkungan.
Usai kegiatan, Sekretaris Daerah Kabupaten PPU, Tohar, menyampaikan apresiasi dan harapan besar atas partisipasi seluruh warga.
“Saya mewakili Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah tergerak hatinya untuk turun langsung dalam kegiatan pungut sampah ini. Harapan saya, semangat ini tidak hanya berhenti di satu lokasi saja, tetapi menjadi budaya bersih yang tumbuh di seluruh wilayah PPU,” bebernya.
Ia mengajak semua elemen untuk menjadikan momentum ini sebagai refleksi atas kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan.
“Kita semua mencintai lingkungan yang bersih, namun sering kali harapan itu tidak sejalan dengan perilaku. Maka, melalui gerakan bersama ini, mari kita wujudkan budaya bersih yang dimulai dari diri sendiri, keluarga, hingga ke komunitas yang lebih luas,” pungkasnya.
Editor: Erwin