Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. Di Kalimantan Timur panen raya dipusatkan di PPU yang dinilai paling siap untuk melaksanakan panen pada periode ini.
Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol Endar Priantoro menjelaskan alasan pemilihan PPU sebagai lokasi panen raya percontohan. "Program ini dilaksanakan di seluruh wilayah kabupaten yang ada di Kalimantan Timur. Kenapa saat ini panen di PPU? Karena kabupaten ini yang paling siap panen di periode sekarang, karena panen jagung itu tidak serentak," jelas Endar kepada Korankaltim.com disela kegiatan.
Kegiatan serupa akan bergulir ke kabupaten lain di Kalimantan Timur sesuai dengan masa tanam dan masa panen masing-masing daerah. "Kebetulan PPU hari ini siap panen, mungkin nanti akan bergulir ke tempat-tempat lain. Itu alasan kenapa di PPU dipilih sebagai percontohan panen jagung di kuartal II," tambahnya.
Pada kuartal II ini, total luas lahan yang dipanen mencapai 592,7 hektare dengan hasil produksi sekitar 2 ton jagung. Data tersebut diperoleh berdasarkan hasil pengamatan dan laporan di lapangan.
Hasil panen menurut Endar akan ditampung oleh Perum Bulog, meski ada beberapa ketentuan yang harus dipenuhi agar jagung dapat dibeli. "Tentunya Bulog akan menampung semuanya. Hanya ada beberapa hal yang harus dipenuhi seperti kadar kekeringan jagung yang harus 14 persen. Kemudian, harganya juga sudah cukup sesuai oleh Bulog," sebutnya.
Panen Raya ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional dan mendukung kesejahteraan petani lokal di daerah.
Editor : Aspian Nur