Mereka meminta kompensasi dalam bentuk uang tunai untuk mengganti alat transportasi serta barang-barang berharga yang ikut hilang dalam musibah yang terjadi Senin (5/5/2025) sore kemarin.
Menanggapi tuntutan tersebut, Manajer Operasional PT Sadena Irma menjelaskan kalau pihak perusahaan sudah berupaya memberikan bantuan maksimal kepada seluruh penumpang terdampak. Mereka juga menjanjikan pemberian tali asih sebagai bentuk kepedulian, meskipun besarannya masih belum ditentukan.
“Ini musibah, tidak ada yang menginginkannya. Kami berusaha semaksimal mungkin mengakomodasi seluruh penumpang mulai dari transportasi hingga penginapan,” ujar Irma saat ditemui di kantor Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) Penajam PPU Selasa (6/5/2025) hari ini.
Proses klaim ganti rugi akan ditangani oleh pihak asuransi namun PT Sadena tetap akan memberikan perhatian langsung kepada para korban. “Ada tali asih dari perusahaan kami, tapi untuk besarannya kami masih harus koordinasi. Kalau ada barang-barang berharga yang hilang, akan kami data terlebih dahulu dan komunikasikan lebih lanjut,” jelasnya.
Menjawab pertanyaan terkait ketidakhadiran direktur perusahaan dalam pertemuan tersebut, Irma menyebut hal itu disebabkan pembagian tugas di internal manajemen.
“Kami minta maaf jika ada ketidakpuasan. Yang penting kami sudah berusaha sebaik mungkin agar semua korban terakomodasi dengan layak,” ucapnya.
Dalam peristiwa tenggelamnya KMP Muchlisa, tercatat sejumlah penumpang yang terdampak. “Sudah dievakuasi ke KPLP (Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai) dan beberapa penumpang sudah dipulangkan setelah diinterogasi. Nahkoda dan kepala mesin yang sempat tertahan juga telah dipulangkan dan kembali hadir dalam pertemuan dengan KSOP dan pihak manajemen kami pagi ini,” tambah Irma.
Terkait ganti rugi, PT Sadena meminta waktu untuk melakukan perhitungan secara menyeluruh terhadap kerugian yang dialami para korban.
Diketahui KMP Muchlisa yang terbalik untuk kemudian tenggelam di Teluk Balikpapan, perairan PPU, mengangkut 40 orang, terdiri dari 18 kru dan 22 penumpang.
Kapal berangkat dari Pelabuhan Karingau, Kota Balikpapan hari Senin kemarin sekitar pukul 14.00 WITA dan tiba di sekitar perairan Penajam sekitar pukul 15.00 WITA. Saat hendak melakukan manuver sandar, mesin kiri kapal mengalami gangguan. Dalam pemeriksaan awal, ditemukan bahwa bagian as propeller mesin kiri patah.
Mereka yang Berada Di KMP Muchlisa
PENUMPANG:
- Totok Hardianto
- Dessy Astriana
- Syarifudin
- Khairil Anwar
- Chandra Topan Jaya
- Diky Agung Endika
- Andika, Robert
- Asri Uliyita
- Naka Faizah
- Budi Priyanto
- Yuli Tri Pratiwi
- Mastiah
- Sairah Labiba Ataya
- M Hafidz Arkan Al-Rizki
- Akbar Triono
- Mislawati
- Ibnu Bagus
- Rahmad, Chandra Topam
- Muchlas, M
- Mirza
- Jimmy.
KRU KAPAL
- Abd Hadi
- Antonios
- Ilmy
- Loys Parassa
- Baharudin
- Ansar
- Asep Nanang
- Ferry Bachtiar
- Dendy Sahmidin
- Nazirul Maisa
- Revan
- Rendhitiyo
- Ahmad Sapardi
- Yusuf
- Agustina
- Riski
- Ria
- Rahayu
- Ilham.
Keterangan: *) Dua kru masih dalam pencarian.
Editor : Aspian Nur