Kepala Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU Kuncoro kepada Korankaltim.com menjelaskan, kondisi laut saat ini gelombangnya terpantau tenang yang memberikan harapan besar bagi kelancaran proses pencarian.
“Kondisi laut tenang, harapan kami situasi bisa tetap nyaman,” ujar Kuncoro Selasa, (6/5/2025) pagi tadi.
Menurut informasi yang diterima dari pihak Polairud, terbalik hingga tenggelamnya kapal feri tersebut disebabkan kondisi air yang tidak seimbang pada kedalaman 3 hingga 20 meter.
“Informasi dari Polairud, kondisi air dari 3 meter sampai kedalaman 20 meter itu yang mengakibatkan kapal terbalik karena tidak seimbang,” jelasnya.
Untuk proses pencarian, tim penyelam dari berbagai instansi telah diterjunkan. Dari TNI AL yang menyelam ada tiga orang dan dari Basarnas ada dua penyelam.
Pada pukul 19.30 WITA malam tadi sempat dilakukan pencarian ketika air sedang surut, namun hasilnya nihil karena terkendala dengan jarak pandang.
“Tadi malam sekitar jam setengah delapan penyelam dari Basarnas menyampaikan jarak pandang dibawah permukaan nol. Hal ini disebabkan oleh kondisi air yang sempat surut sekitar jam enam sore,” kata Kuncoro lagi.
Pencarian korban terus dilakukan secara maksimalkan sesuai dengan prosedur yang berlaku. “Untuk pencarian kami maksimalkan sesuai SOP, karena kalau sudah malam tidak mungkin bisa dilakukan pencarian. Kami juga harus mengamankan petugas agar jangan sampai menjadi korban karena situasi yang tidak memungkinkan,” paparnya.
Pihaknya berharap kondisi laut tetap kondusif agar seluruh proses pencarian dapat berjalan aman dan lancar.
Editor : Aspian Nur