Sebanyak 22 penumpang berhasil dievakuasi, namun dua Anak Buah Kapal (ABK) dilaporkan terjebak di dalam kapal dan hingga kini belum ditemukan.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Balikpapan, Heru Susanto, menjelaskan bahwa kapal mengalami kerusakan serius pada bagian baling-baling.
“Propeller kapal lepas dan syaf-nya copot, sehingga menyebabkan kebocoran. Kebocoran inilah yang menyebabkan kapal akhirnya miring dan tenggelam,” ujar Heru.
Menurutnya, pihak perusahaan kapal sempat mengirimkan penyelam untuk melakukan perbaikan dan penyelamatan. Namun, upaya tersebut terkendala kondisi pompa.
“Sangat disayangkan, kondisi pompa terlalu lama bekerja sehingga tidak sempat mengatasi kebocoran sebelum akhirnya kapal miring dan tenggelam,” katanya.
Heru menambahkan bahwa seluruh penumpang yang berjumlah 22 orang berhasil dievakuasi dengan selamat.
“Penumpang sudah dievakuasi, jumlah yang terdaftar sebanyak 22 orang. Tidak ada korban dari pihak penumpang,” ungkapnya.
Dua orang yang masih terjebak di kapal diketahui bukan penumpang, melainkan ABK. Seluruh penumpang telah terlebih dahulu dievakuasi sebelum insiden ini terjadi.
“Mereka bukan penumpang, tapi ABK. Mereka berusaha memperbaiki situasi dan memanggil penumpang agar segera menyelamatkan diri,” jelasnya.
Proses pencarian terhadap dua ABK yang hilang akan dilanjutkan besok pagi sekitar pukul 07.00 WITA oleh tim gabungan mengingat upaya yang dilakukan pasca kejadian belum membuahkan hasil.
Editor: Erwin