Kepala Desa Bukit Subur Asep Andriawan kepada Korankaltim.com hari ini menjelaskan saat ini banjir mulai surut. Banjirnya mulai turun sekitar satu meter, sebelumnya sekitar dua meter. Kalau yang masuk dalam rumah di lantai mungkin satu meteran yang paling dalam," papar Asep.
Air mulai naik sekitar pukul 01.00 WITA dini hari setelah hujan deras mengguyur malam tadi dengan puncaknya terjadi sekitar pukul 04.00 WITA dan mulai surut pada pukul 05.00 WITA pagi tadi. "Sekarang mungkin tinggal sisa-sisa setengah meter lagi," tambah Asep.
Rumah warga yang terdampak banjir meliputi RT 01, RT 02, RT 03, RT 04, RT 05, RT 06, RT 07, RT 09 dan RT 10 dengan total warga terdampak mencapai 131 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 457 jiwa.
BMKG sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini malam kemarin sekitar pukul 20.39 WITA dan 22.08 WITA juga hari ini. Peringatan itu menyebutkan potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang di wilayah Kecamatan Penajam.
"Banjir kali ini lebih besar dari biasanya. Memang wilayah ini langganan banjir, tapi kali ini intensitas air jauh lebih tinggi," ungkap Asep.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU sudah hadir untuk menyalurkan bantuan kepada warga terdampak. Selain itu, Dinas Kesehatan dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) PPU juga mulai bergerak untuk memberikan penanganan lanjutan.
"PUPR rencananya akan menurunkan alat berat untuk normalisasi sungai dan pembangunan embung. Kalau alatnya datang hari ini, kami akan langsung mulai kerja. Kalau tidak sempat, mulai besok," ungkap Asep.
Rencana pembuatan embung akan difokuskan di Sungai Riko serta aliran sungai di RT 10. "Kami akan buat penampungan-penampungan air untuk mengurangi resiko banjir ke depan," pungkas Asep.
Editor : Aspian Nur