Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU, Kuncoro, menyampaikan bahwa Tim SAR gabungan berhasil menemukan jasad korban, Muhammad Ali Maulana Yusuf (20) setelah tiga hari pencarian.
Korban ditemukan setelah menerima informasi dari seorang nelayan yang melihat mayat mengapung di laut sekitar pukul 06.58 WITA.
“Setelah dapat infomasi tim gabungan langsung menuju ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan langsung dibawa kerumah duka di Desa Girimukti menggunakan ambulans,” ungkapnya.
Lanjutnya, korban ditemukan dalam posisi telungkup sekitar 5,69 mil laut atau kurang lebih 9 kilometer dari titik lokasi awal dinyatakan hilang.
“Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi dinyatakan ditutup dan seluruh personel SAR gabungan kembali ke pos masing-masing,” jelasnya.
Sebelumnya, Muhammad Ali Maulana Yusuf dilaporkan hilang saat pergi memancing bersama dua rekannya, Jumat (18/4/2025) sekitar pukul 10.15 WITA.
Peristiwa tersebut terjadi di koordinat S 1°24’22.09”, E 116°45’56.24”. Saat itu, korban memancing menggunakan perahu ketinting bersama Aldi Suyitno (24) dan Faqih (23).
Akibat gelombang laut yang cukup besar, mereka memutuskan naik ke atas bagang. Setelah korban mengikat perahu, mereka pun naik. Namun, perahu yang digunakan terlepas dari ikatan dan hanyut terbawa arus.
Melihat perahu terbawa arus, korban berinisiatif turun dan berenang untuk mengejarnya, meski telah dicegah oleh rekannya karena kondisi arus yang cukup deras. Korban tetap nekat melompat ke laut dan berenang mengejar perahu.
Namun, korban tidak berhasil mencapai perahu karena arus yang kuat. Ia pun terseret ombak dan akhirnya hilang terbawa arus.
Editor: Erwin