Pertemuan ini bertujuan membangun komunikasi yang lebih intensif demi kemajuan Kabupaten PPU.
Dalam diskusi tersebut, salah satu wartawan dari media Balikpapan Post, Dolfi mengusulkan agar DPRD PPU mengadakan agenda coffee morning setiap tiga bulan bersama seluruh anggota dewan dan wartawan.
“Memang sudah seharusnya DPRD PPU membuat agenda semacam coffee morning bersama wartawan untuk menyampaikan hasil kinerja. Dengan begitu, komunikasi lebih terbuka dan masyarakat pun bisa mendapatkan informasi yang akurat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya setiap pertemuan memiliki tema tertentu agar hasil diskusi lebih fokus dan bisa dikabarkan dengan baik ke masyarakat.
“Misalnya tema soal tugas dan fungsi DPRD, termasuk pembahasan Perda. Dari situ kita bisa sampaikan kepada publik berapa Perda yang telah dikeluarkan DPRD dan seperti apa dampaknya,” paparnya.
Menanggapi usulan tersebut, Ketua DPRD PPU, Raup Muin memberikan tanggapan positif terkait coffee morning yang diusulkan dan akan dibahas lebih lanjut.
Mengenai Perda, ia mengaku akan melakukan evaluasi terhadap Perda yang sudah telah disahkan maupun dalam tahapan pengusulan.
“Makanya, sekarang sudah mulai diusulkan 16 Perda baru. Saya minta Perda sebelumnya ditampilkan dulu, berapa jumlahnya dan apa saja yang sudah tidak efektif. Baru setelah itu bicara Perda baru. Jangan sampai Perda lama saja belum ada aksi, tapi sudah mau bikin Perda yang baru,” tegas Raup.
Pertemuan ini menjadi titik awal komitmen bersama antara DPRD dan insan pers untuk mendorong transparansi serta partisipasi publik dalam proses pembangunan daerah.
Editor: Erwin