Sekolah tersebut terdiri dari empat sekolah negeri yakni dua SD, satu SMP dan satu SMA. Namun, yang membedakan adalah pendekatan dalam proses pembelajaran.
“Jadi, ada dua SD, satu SMP, dan satu SMA yang akan kita bangun, tetapi proses pembelajarannya akan berbeda,” ujarnya.
“Karena nanti kita akan merekrut guru-guru muda yang berstandar internasional, bukan guru-guru umum. Kami ingin menjalankan sekolah dengan standar internasional, jadi guru-gurunya juga harus berkompeten,” tambahnya.
Alimuddin menyatakan bahwa sekolah-sekolah ini diharapkan sudah mulai beroperasi pada bulan Juli mendatang. Saat ini, tahap pembangunan telah dimulai sejak awal tahun 2025.
“Keempat sekolah ini mulai dari SD, SMP, hingga SMA akan berada dalam satu kawasan terpadu. Kami harapkan ini bisa menarik ASN untuk memindahkan anak-anak mereka, karena di IKN akan tersedia sekolah yang berkualitas,” jelasnya.
Meskipun demikian, Alimuddin mengaku tidak mengetahui rincian anggaran yang dibutuhkan, karena hal tersebut berada di bawah tanggung jawab di Bidang Sapras. “Untuk anggaran, saya kurang tahu, karena itu ada di Sapras,” katanya.
Pembangunan sekolah ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pendidikan berkualitas bagi masyarakat di IKN, sekaligus mendukung pengembangan IKN yang baru.
Editor: Erwin