Pengecekan ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan beras dan bahan pangan lainnya serta mengantisipasi lonjakan permintaan yang biasa terjadi pada bulan puasa.
"Kami ingin memastikan distribusi bahan pangan berjalan lancar tanpa adanya penimbunan atau kenaikan harga yang merugikan masyarakat. Kami akan terus berkoordinasi dengan Bulog dan instansi terkait lainnya untuk menghindari spekulasi harga di pasar," ujar Kapolres PPU AKBP Supriyanto kepada Korankaltim.com Sabtu (1/3/2025).
Kepala UPT Gudang Bulog PPU Muhajir memastikan ketersediaan beras dalam kondisi aman dan diperkirakan cukup hingga enam bulan ke depan.
"Stok beras di gudang kami mencakup tiga jenis, beras impor dari Myanmar, beras impor dari Thailand dan beras lokal hasil panen petani PPU. Semua stok ini cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," sebut Muhajir.
Muhajir juga menjelaskan lebih rinci mengenai jenis beras yang tersedia selama bulan Suci Ramadan. "Beras impor Thailand dikemas dalam ukuran 5 kilogram dengan kualitas medium, sedangkan beras Myanmar memiliki butir yang lebih besar. Kami juga tetap membeli gabah dan beras hasil panen petani setempat, dengan stok beras lokal saat ini mencapai sekitar 4 ton. Kami menjalin kemitraan dengan 24 penggilingan padi di Kabupaten PPU untuk memastikan pasokan tetap terjaga," paparnya.
Selain beras, pengecekan juga dilakukan terhadap stok minyak goreng dan gula pasir. "Stok minyak goreng merek Kita diperkirakan cukup hingga tiga bulan ke depan dengan harga jual Rp13.668 per liter. Sedangkan untuk gula pasir, persediaannya aman hingga enam bulan ke depan," ungkap Muhajir.
Terkait dengan operasi pasar murah Bulog PPU masih menunggu arahan dari Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (KUKM Perindag) dan Dinas Ketahanan Pangan untuk pelaksanaan pasar murah yang direncanakan. "Kami akan melaksanakan pasar murah apabila mendapat instruksi dari instansi terkait," tutup Muhajir.
Editor : Aspian Nur