Hal ini disampaikan langsung oleh Direktur Perumda Air Minum Danum Taka, Abdul Rasyid kepada Korankaltim.com.
“Kami sudah rencanakan untuk membangun WTP kapasitas 10 liter per detik di Waru,” ungkapnya, Kamis (27/2/2025).
Ia khawatir anggaran untuk pembangunan tersebut turut masuk dalam daftar efesiensi yang tengah dilakukan pemerintah daerah.
“Saya belum tahu apakah itu jadi atau tidak, ranahnya ada di Bagian Keuangan PUPR PPU,” ucapnya.
Abdul Rasyid menegaskan pembangunan WTP di Waru sangat penting diwujudkan, mengingat daerah tersebut membutuhkan kapasitas pengolahan air yang memadai untuk penuhi kebutuhan masyarakat.
“Waru itu nyaris nol untuk kapasitas yang dijual ke masyarakat, saya berharap Waru tidak dihapus. Masyarakat di daerah Waru sangat banyak,” harapnya.
WTP berkapasitas 20 liter per detik yang ada kini, dianggap sudah tidak dapat mengakomodir kebutuhan air masyarakat.
“WTP yang sekarang itu kapasitas 20 liter/detik sudah habis, tidak bisa lagi ditambah penyambung pipa kalau disambung lagi, air yang sampai ke masyarakat akan semakin sedikit. Jadi, harus ada penambahan WTP baru,” tuturnya.
Untuk itu, pembangunan WTP itu diharapkan dapat mengatasi kekurangan pasokan air bersih di kawasan tersebut dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat.
Terlebih, sumber air baku di Kecamatan Waru dinilai cukup berlimpah mengingat memiliki dua sumber, yaitu Embung Waru dan Bendung Waru.
Diakhir, kata Rasyid memastikan membangun jaringan perpipaan yang menghubungkan Waru dengan daerah pesisir di Kecamatan Penajam telah tuntas.
“Jaringan interkoneksi dari Waru ke daerah pesisir sudah dipasang, sekarang tinggal pasang water meternya saja. Saya masih menunggu WTP-nya,” jelasnya.
Editor: Erwin