Sekolah yang dipimpinnya kini tidak lagi terancam banjir seperti sebelumnya.
“Senang banget bisa pindah ke sekolah baru, karena sekolah dulu sering mengalami banjir. Penempatan sekolah baru ini dipindahkan untuk memastikan kenyamanan dan keamanan bagi para siswa,” ujarnya, Rabu (26/2/2025).
Sekolah ini tidak hanya pindah lokasi, tetapi juga bertransformasi menjadi sekolah dengan visi berstandar internasional.
Dengan fokus untuk menyetarakan kualitasnya dengan sekolah internasional, SD 020 Sepaku akan mengusung konsep sekolah digital yang sejalan dengan rencana pembangunan Ibu Kota Negara (IKN).
“Sekolah ini akan dijadikan sekolah digital, sebagai bagian dari upaya mendukung perkembangan pendidikan di era teknologi,” jelasnya.
Pindahnya SD 020 Sepaku ke lokasi baru tidak lepas dari dukungan Yayasan Astra – Yayasan Astra Michael D. Ruslim (YPA-MDR). Gedung lama sering kali terendam banjir ketika hujan dengan intensitas tinggi yang mengakibatkan proses belajar mengajar terganggu.
Kendati demikian, perubahan ini bukan hanya soal lokasi, namun juga fasilitas yang lebih lengkap dan modern.
“Waktu seringnya banjir, saya sempat ditawari oleh Yayasan Astra untuk membangun sekolah baru. Dengan senang hati, saya terima tawaran tersebut,” tambah Pujianto.
Kini, SD 020 Sepaku memiliki 12 ruang kelas, bangunan Mushola, kantin, perpustakaan, laboratorium TIK, dan laboratorium IPA.
“Kami juga memiliki 13 guru, termasuk 1 guru inklusi untuk siswa dengan kebutuhan khusus. Sekolah ini siap menerima siswa ABK,” jelasnya.
Keunikan dari SD 020 Sepaku adalah pembiayaan yang sepenuhnya ditanggung oleh Yayasan Pendidikan Astra-Michael D Ruslim.
Diketahui, tanah sekolah ini milik pemerintah dengan luas mencapai 2 hektare, lebih luas dibandingkan dengan lokasi lama yang hanya seluas 1,3 hektare.
Dengan fasilitas yang lebih lengkap dan lingkungan yang lebih aman, SD 020 Sepaku kini siap untuk terus maju dan menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lainnya dalam memajukan pendidikan di Indonesia.
Editor: Erwin