Isra Mi’raj yang diperingati setiap tahun, merupakan perjalanan malam Nabi Muhammad SAW yang penuh makna.
“Isra adalah perjalanan Nabi dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsa di Yerusalem, sementara Mikraj adalah kenaikan Nabi dari Masjidil Aqsa menuju langit, bertemu dengan Allah dan menerima wahyu mengenai kewajiban salat lima waktu bagi umat Islam,” jelas Zainal.
Ia bercerita, peristiwa ini terjadi pada tahun ke-10 kenabian dan dianggap sebagai salah satu tonggak penting dalam sejarah Islam.
Zainal juga mengingatkan, bahwa saat ini umat Islam berada di awal bulan Sya’ban 1446 Hijriyah, yang berarti bulan suci Ramadan akan segera datang.
“Ini adalah momentum untuk merefleksikan diri sebagai insan beriman. Dengan meningkatkan ibadah, kita bukan hanya mendekatkan diri kepada Tuhan, tetapi juga membangun harmoni sosial di tengah masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, Zainal mengajak seluruh masyarakat PPU untuk bersyukur atas kemajuan yang telah dicapai dalam pembangunan daerah.
“Kita harus yakin, dengan ridho Allah SWT dan perjuangan gigih bersama, Kabupaten PPU akan terus berkembang dan maju, menjadi Serambi Nusantara yang pada akhirnya akan menjadi sukses nusantara,” imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, Zainal Arifin juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan jajarannya atas kerja keras yang telah dilakukan selama masa jabatannya sebagai Pj Bupati PPU.
“Atas nama pribadi dan keluarga, saya memohon maaf dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara yang telah mendukung saya dalam menjalankan tugas pemerintahan,” tandasnya.
Zainal juga mengungkapkan bahwa masa jabatannya akan berakhir pada Februari mendatang, dan ia berharap segala pencapaian yang telah diraih dapat terus dilanjutkan oleh pemimpin selanjutnya.
Editor : Erwin