Kepala Desa Bukit Subur Asep Andriawan kepada Korankaltim.com Senin (201/2025) hari ini menjelaskan curah hujan yang tinggi menyebabkan tanah terkikis dan akhirnya terputus total. "Aliran air dari sungai meluap ke jalan yang mengakibatkan tanah terkikis," jelas Asep.
Meskipun jalan utama terputus, akses sementara sudah disiapkan dengan menggunakan kayu sebagai jembatan penyebrangan dan dilanjutkan dengan penghamparan batu.
"Kami sudah buatkan akses jalan sementara, tadi sudah dipasangkan kayu untuk penyebrangannya dan dilanjutkan dengan penghamparan batu," ucap Asep.
Nantinya jalan tersebut akan dibangun permanen oleh Dnas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) PPU dengan memasang boks beton di lokasi yang terputus. Sebelum jalan terputus PUPR PPU sudah membuat boks beton Kamis (16/1/2025) lalu dan sehari setelahnya, Jumat (17/1/2025) boks beton sudah dipasang.
"Disebelah jalan memang disisakan untuk akses masyarakat, namun hujan deras kemarin malam menyebabkan tanah pada jalan sementara terkikis oleh air dari sungai," sebutnya.
Jalan yang terputus mengakibatkan Desa Bukit Subur dan RT 4 Riko terdampak. Panjang kerusakan diperkirakan sekitar 4 meter. Meskipun demikian, distribusi material seperti batu dan pasir masih dapat dilakukan dengan lancar.
PUPR PPU memprediksi pembangunan boks beton dan cor permanen akan memakan waktu sekitar 12 hingga 14 hari untuk selesai.
"Untuk sementara ini jalan akses masih digunakan. Setelah pengerjaan boks selesai, jembatan sementara akan dibongkar dan dipasang lagi disisi yang satu, secara bertahap," pungkas Asep.
Dengan adanya solusi sementara ini masyarakat masih bisa melanjutkan aktivitas mereka sembari menunggu perbaikan jalan yang lebih permanen.
Editor: Aspian Nur