Dinas Perhubungan (Dishub) Penajam Paser Utara (PPU) pun menempatkan personel untuk memastikan kelancaran lalu lalang penumpang.
Koordinator Posko Pelabuhan Speedboat dan Kelotok, Rizal Hakim, mengungkapkan bahwa sejak akhir pekan lalu, terpantau ada peningkatan jumlah penumpang dan kendaraan, terutama kendaraan roda dua.
“Alhamdulillah, ada peningkatan arus penumpang dan kendaraan sekitar 10 hingga 20 persen dibandingkan dengan hari-hari biasa. Ini terlihat terutama sejak Sabtu dan Minggu kemarin,” ungkap Rizal, Senin (23/12/2024).
Menurutnya, mayoritas yang menggunakan jasa pelabuhan adalah penumpang dengan kendaraan roda dua. Untuk menjaga kelancaran, pihaknya melakukan pengawasan dan penertiban jika terjadi antrean.
Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa situasi hingga saat ini masih kondusif tanpa adanya kendala berarti.
“Pekerja belum libur, mungkin libur bersama akan bertepatan dengan libur hari kerja bagi ASN atau swasta. Arus mudik diperkirakan akan lebih tinggi lagi menjelang Natal,” ujarnya.
Rizal juga menjelaskan bahwa tarif untuk penumpang dan kendaraan di pelabuhan ini mengacu pada keputusan gubernur. Adapun tarif untuk penumpang pejalan kaki adalah Rp10 ribu, sepeda motor kecil Rp35 ribu, boncengan Rp38, serta motor jenis besar seperti Aerox dan Nmax sebesar Rp55 ribu dengan boncengan sebesar Rp58 ribu.
Selain pengawasan terhadap arus penumpang, pengamanan juga difokuskan pada keselamatan dan keamanan selama perjalanan laut. Dishub bekerja sama dengan operator kapal untuk memastikan bahwa setiap kapal menyediakan alat keselamatan yang memadai, seperti pelampung, pemadam kebakaran, jangkar, dan alat ikat.
“Sejauh ini, alhamdulillah, situasi masih tertib dan lancar. Kami terus berupaya untuk menjaga keamanan dan kenyamanan penumpang. Cuaca yang terkadang berubah-ubah menjadi tantangan tersendiri, namun kami tetap siap mengantisipasinya,” tutupnya. (*/KK)
Editor: Erwin