Kecelakaan bermula ketika trailer pengangkut alat berat yang bergerak melewati badan jalan ke kanan. Untuk menghindari tabrakan, bus sekolah tersebut juga bergerak ke kanan dan akhirnya menyerempet bagian sisi kiri alat berat.
“bus tersebut sempat menghindar ke kanan, namun akhirnya terkena bagian depan dan sisi samping kiri alat berat,” kata Rhondy, Kamis (12/12/2024).
Bus tersebut mengangkut rombongan pelajar SMK 17 Samarinda yang sedang dalam perjalanan menuju Ibu Kota Negara (IKN) untuk melakukan kegiatan study tour.
Akibatnya lima pelajar yang berada di dalam bus mengalami luka ringan. Meski demikian, seluruh korban sudah dievakuasi dan tidak ada luka yang berarti.
Rhondy menambahkan bahwa meskipun bus terlihat rusak, tidak ada kerusakan parah pada kendaraan tersebut.
“Semua pihak yang terlibat dalam kecelakaan ini telah sepakat untuk bertanggung jawab atas kerugian materiil yang ditimbulkan, termasuk biaya perbaikan bus dan penanganan korban luka ringan. Kasus ini tidak akan dilanjutkan lebih jauh, dan semuanya diserahkan kepada orang tua masing-masing pelajar,” ungkap Rhondy.
Meskipun sempat terjadi kemacetan, kini jalan sudah bisa dilalui meski hanya satu sisi. Pihak Kepolisian terus mengatur lalu lintas untuk menghindari hambatan lebih lanjut.
Ia mengimbau kepada masyarakat, khususnya pengemudi kendaraan untuk lebih berhati-hati di jalur Sepaku.
“Kami mengingatkan agar kendaraan yang tidak layak atau tidak dalam kondisi prima tidak dioperasikan di daerah tersebut. Pengemudi juga harus memastikan kondisi fisik dan kesehatannya dalam keadaan baik untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan,” tegasnya.
Ditambahkannya, meminta masyarakat untuk bersama-sama menjaga keselamatan di jalan dan segera melaporkan apabila ada kondisi yang mencurigakan atau membahayakan.
“Kami berharap masyarakat ikut berperan serta dengan melaporkan setiap hal yang dapat membahayakan keselamatan di jalan,” tutupnya.
Editor : Erwin