Hal ini bertujuan untuk memperkenalkan kekayaan warisan budaya di Benuo Taka sekaligus meningkatkan pendapatan daerah.
Kepala Dinas Disbudpar PPU, Andi Israwati Latief, melalui Kepala Bidang Pariwisata dan Pemasaran, Juzlizar Rakhman, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang fokus mengembangkan destinasi wisata yang memiliki nilai sejarah tinggi, seperti makam Aji Raden Kusuma, Anden Oko, Anden Gedang dan Aji Natam di Makam Tepian Dalam Muara Sesulu.
Ada pula Meriam Jepang yang berada di Kelurahan Gunung Seteleng yang merupakan saksi bisu dari peristiwa sejarah, terutama dalam Perang Dunia II.
“Kami ingin menggali lebih dalam lagi informasi terkait wisata sejarah dan cagar budaya di PPU. Salah satu contohnya adalah Meriam Jepang di Gunung Seteleng, yang menjadi bagian penting dari sejarah peperangan di kawasan ini,” kata Juzlizar, Selasa (10/12/2024).
Lanjutnya, Kota Balikpapan menjadi contoh, sebab di setiap 10 November melaksanakan tabur bunga di Teluk Balikpapan untuk menghormati pahlawan.
Disbudpar PPU berharap dapat memperkuat upaya untuk mendokumentasikan dan melestarikan situs-situs bersejarah, serta meningkatkan aksesibilitas dan fasilitas untuk para pengunjung.
Menurut Juzlizar, pengembangan fasilitas seperti akses jalan, tempat parkir, sarana prasarana, serta area kuliner di sekitar destinasi wisata akan menjadi kunci dalam menarik lebih banyak wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.
“Harapannya, dengan melengkapi fasilitas yang ada, PPU bisa menjadi tujuan wisata yang tidak hanya mengedukasi, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap PAD. Misalnya, dengan menambah fasilitas parkir, tempat makan, serta pengelolaan sampah yang lebih baik, kita bisa menciptakan sumber pendapatan baru bagi daerah,” jelasnya.
Namun, untuk mewujudkan hal ini, Disbudpar PPU masih menghadapi tantangan dalam pembebasan lahan, terutama untuk pembangunan sarana dan prasarana yang mendukung pariwisata.
Pembebasan lahan parkir, tempat kuliner, serta area pendukung lainnya menjadi langkah pertama yang harus ditempuh agar pengelolaan destinasi wisata ini bisa berjalan lancar dan memberikan manfaat ekonomi bagi daerah.
“Meskipun tantangan pembebasan lahan tidak mudah, kami percaya bahwa dengan upaya yang terkoordinasi, pengelolaan destinasi wisata sejarah ini dapat memberi dampak positif dalam meningkatkan perekonomian daerah. Wisata sejarah bukan hanya soal mengenang masa lalu, tetapi juga membangun masa depan daerah yang lebih sejahtera,” tandasnya.
Editor : Erwin